-
Archives
- November 2026
- October 2026
- September 2026
- August 2026
- July 2026
- June 2026
- May 2026
- April 2026
- March 2026
- February 2026
- January 2026
- December 2025
- November 2025
- August 2025
- July 2025
- June 2025
- May 2025
- April 2025
- March 2025
- February 2025
- January 2025
- December 2024
- November 2024
- October 2024
- September 2024
- August 2024
- July 2024
- June 2024
- May 2024
- April 2024
- March 2024
- February 2024
- January 2024
- December 2023
- November 2023
- October 2023
- July 2023
- October 2021
- June 2021
- March 2021
- February 2021
- August 2020
- July 2020
- March 2020
- October 2019
- February 2019
- February 2018
- October 2016
- August 2016
- January 2016
- October 2015
- August 2015
- July 2015
- December 2014
- October 2014
- July 2014
- March 2014
- September 2013
- July 2013
- January 2013
- November 2012
- September 2012
- August 2012
- July 2012
- June 2012
- March 2012
- January 2012
- December 2011
- November 2011
- October 2011
- September 2011
- August 2011
- July 2011
- May 2011
- April 2011
-
Meta
Monthly Archives: January 2025
Taun Uler
Imlek. Taun uler. Tiba-tiba aku inget game di hp Nokia yang aku punya taun 2002 lalu. Hadiah ultah terakhir dari papap. Nama game-nya nggak tau apa. Pokoknya tentang uler yang dikasih makan. Tiap kali ulernya makan, tubuhnya memanjang. Kalo makannya … Continue reading
Posted in diary
Leave a comment
Let It Flow, Rie
Aku mencari bulanDi antara kawanan awanSudah bosan aku dengan hujanAtap bocor, jalan banjir, tanah kebasahan Udah seminggu lebih aku nggak mood nulis. Masih bagus bisa lahir sebiji puisi yang kutaruh di PPP beberapa hari yang lalu, dan sebatang curhatan soal … Continue reading
Posted in diary
Leave a comment
Hujan, Seperti Puisi
Hujan yang tak pernah turun di musim penghujan, seperti puisiku buatmu Terbelenggu mendungnya mega yang enggan memberi celah untuk jatuh ke tanah Hujan yang turun diam-diam, seperti puisiku buatmu Menyebut namamu pelan-pelan lalu menyembunyikannya dalam rona kembang Hujan yang turun … Continue reading
Posted in poem
Leave a comment
Rabun
Karena faktor U dan keseringan pake gawai, mataku jadi rabun. Nggak bisa liat dengan jelas objek-objek yang ada di deket mata. Harus jauh. Nggak sampe parah banget, sih. Cuma pas natap layar hp atau baca tulisan aja. Mudah-mudahan nggak tambah … Continue reading
Posted in diary
Leave a comment
Secangkir Malam di Pagi Hari
Malam mencair ke dalam cangkir dijerang matahari pagi Uap hangat meliuk-liuk bergegas ke angkasa menjelma gugusan awan Waktu mengaduk Denting berdetak diiringi pusaran buih Manis menyisip getir Bulan dan gemintang larut dalam pekat jelaga Ampas menetap menunggu senja membasuh jejak
Posted in poem
Leave a comment