Monthly Archives: June 2025

Dilarang Menginjak Rumput

Biarkan aku berbaring di sini, mendengarkan rumput berpuisi. Diksinya amat pilu, tentang dunia yang tak pernah memberi tenang. Ada parang yang siap membebat. Ada gunting yang bersedia memangkas. Ada tangan yang hendak mencerabut. Ada ludah yang sewaktu-waktu mencela. Di balik … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment

Rahasia

Tak selamanya hujan datang bersama gaduh Kadang ia turun menahan gemuruh Bukan untuk meluruhkan sunyi Melainkan sekadar membasahi Seperti bulan yang muncul di balik jelaga Memantulkan cahaya bukan untuk menyilaukan Hanya ingin menyampaikan pesan Bahwa dalam gelap pun, cahaya kecil … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment

Apakah Aku Mencintai Kebunku?

Segala yang hijau di halaman rumahku tumbuh bukan karena tanganku. Mereka hadir karena tangan tak terlihat yang membentuk dan mewarnai setiap helai daun, menuntunnya menjulur hingga menyentuh kulitku. Setiap pagi aku berjalan melewati mereka, sebelum membuka pagar dan pergi. Tapi … Continue reading →

Posted in thoughts | Leave a comment

Juni

Hujan masih menjejak bumi Tanah basah Bunga-bunga menganga Akar terus berdenyut Janin pohon tetap hidup Kalender cuma melekat di dinding Tak mampu mengendalikan musim

Posted in poem | Leave a comment

Ketika Idup Lagi Pedes-pedesnya

Belakangan ini, aku seneng makan yang pedes-pedes. Alasan pertama, cabe rawit di kebun udah merah-merah. Sayang kalo nggak dimanfaatkan. Mau dikasihin ke orang lain, terlalu dikit. Ini juga buat dimakan sendiri masih kurang, jadi harus beli buat nambah-nambah. Kedua, sejak … Continue reading →

Posted in diary | Leave a comment