Monthly Archives: September 2024

Ketika Kemangi Kami Tinggal Satu

Sedih banget waktu kami harus ngaku kalo kemangi yang kami punya tinggal satu. Ada satu lagi yang masih batita, tapi di ambang sekarat. Satu-satunya kemangi yang kami punya, ya, tinggal satu. Itu pun saking emannya kami sama dia, nggak pernah … Continue reading →

Posted in diary | Leave a comment

The Lost Words

I cook for dinner: a pot of soup and chicken drumsticks. The salt sinks to the bottom of the pot, and the chicken turns brown. The aroma of both fills the air. But my mind wanders to the sunset spilling … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment

Sebuah Cerita tentang Kebun Kami

Musim kemarau taun ini gila-gilaan. Apa, ya, yang bikin matahari semangat banget bersinar? Awan-awan aja nggak berani nengokin bumi. Sekalinya ada, langsung lenyap seketika. Kebun kami kena imbasnya. Biarpun semua taneman disiram dua kali sehari tiap harinya, banyak yang akhirnya … Continue reading →

Posted in diary | Leave a comment

Hanya Laut yang Bisa Menyapu Pasir di Pantai

Dan yang tersisa adalah kekosongan Yang terdengar adalah debur

Posted in poem | Leave a comment

Kesempatan Kedua

Ketika kecil, aku tak pernah menyelidiki di mana debu bersembunyi ketika hujan turun Aku selalu berdiri di balik kaca jendela Memandang hujan sambil memendam ingin untuk merasakan pecahannya di telapak tanganku Meski kutahu pecahan hujan akan membuatku terluka Hujan, bagiku, … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment