Monthly Archives: March 2025

Lapang (2)

Menjadi lapang tak berarti hampa Berlapis-lapis debu menggelar kehadirannya Matamulah yang tak mampu melihat Tak seperti kulit arimu yang begitu peka Serasah tak lagi menyimpan hujan Percikkan saja api dan lihat bagaimana bara bekerja Menghanguskan klorofil yang tersisa Menciptakan lelatu … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment

Kalau Hujan Sudah Reda

Kalau hujan sudah reda teh ini tak lagi hangat Uap jadi embun berleleran di jendela Ilusi mencair ke dalam genangan berlumpur Hujan telah menyatu dengan tanah Tetapi masih kudengar rintik jatuh dari tepi atap Masih terbayang aroma petrikor berkelebat di … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment