Author Archives: Rie Yanti

About Rie Yanti

a wife, a mom, a writer

Hujan Masuk Angin

Wajahnya membiru dan mengeras. Nyaris beku. Lekas-lekas kugandeng ia ke kamarku. Basah di lantai sepanjang jalur menuju kamar. Tak lekas kupel. Aku terlalu repot menangani hujan yang masuk angin ini. Kubaringkan ia di dipan. Di bawah selimutku yang penuh tambalan … Continue reading →

Posted in fiction | Leave a comment

Pesta, Hampa, dan Luka yang Tak Kunjung Sembuh

“Dan Matahari Juga Terbit” Penulis: Ernest Hemingway Jenis: Novel Jumlah Halaman: 282 halaman Penerbit: Desa Pustaka Indonesia Pernah nggak kamu dateng ke sebuah pesta, ngobrol paling kenceng, ketawa paling keras, tapi pas pulang ke kamar dan lampu kamar dimatiin, rasanya … Continue reading →

Posted in review | Leave a comment

Iceberg

Aku hampir nyerah ketika kata-kata dalam novel yang kubaca nyembunyiin maknanya di balik lekuk dan garis huruf-huruf yang berbaris rapi. Aku nyoba ngintip lewat lubang-lubang kecil di beberapa huruf. Makna itu nempel kian erat tanpa liat aku sebentar pun. Entah … Continue reading →

Posted in thoughts | Leave a comment

Merayakan Makna “Aku” melalui Anthem

“Anthem” Penulis: Ayn Rand Jenis: Fiksi (dystopia) Jumlah halaman: 108 halaman Kalau Teman-teman pernah baca We karya Yevgeny Zamyatin atau 1984 karya George Orwell, Anthem karya Ayn Rand ini terasa seperti berada di semesta yang sama. Bedanya, kalau We menyuguhkan … Continue reading →

Posted in review | Leave a comment

Ketika Kepatuhan Tak Lagi Menjadi Kebajikan

Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Saya tidak bisa menemukan peribahasa selain itu untuk menggambarkan bagaimana kepatuhan adalah sebuah hal yang sering kita lakukan di berbagai tempat. Setiap tempat ada aturannya. Setiap orang berhak membuat aturan sendiri. Namun, … Continue reading →

Posted in thoughts | Leave a comment