Author Archives: Rie Yanti

About Rie Yanti

I am a writer at Warung Fiksi. Please visit this page to know me more. Don't forget to circle me at Google+.

Sebelum Hujan

Saat hujan berjarak denganmu, kau mencoba memanggilnya. Kau butuh mendung sekadar untuk menaungimu dari terik surya. Kau mendamba gerimis supaya tenggorokanmu lepas dari dahaga.

Ketika hujan di ambang pintu, kau bergegas mengambil payung. Kauambil jas hujan yang sudah lama kaugantung. Kau lihat awan kelabu dengan tatapan seakan dunia sedang berkabung.

Tatkala hujan sudah turun, kau ingin menari bersama derainya. Kau ingin melepaskan beban bersama jatuhnya hujan. Namun ada yang kaucemaskan ketika melihat genangan yang meninggi. Lantas kau berharap hujan segera reda.

Sampai kapan kau bimbang? Kepastian tak akan datang bila kau menggenggam banyak tanya.

Bergegas temukan jawaban sebelum musim berganti.
Mana yang kaupilih?

Balada Kotak Bekal

Salah satu barang yang ada banyak di rumah, tapi jarang dipakai adalah kotak bekal. Saya tidak mengoleksi barang tertentu atau fanatik kepada satu merek. Yang memakai kotak bekal pun hanya satu orang, yakni Kiara. Jadi, satu kotak bekal seharusnya cukup. Lalu, bagaimana ceritanya sampai ada 10 kotak bekal di lemari?

Continue reading

Cermin

cermin tak pernah bilang aku cantik
juga tak pernah bilang aku jelek
aku jadi tak tahu bagaimana rupaku

cermin tak pernah bilang apa-apa
bahkan jika aku sedang bersolek
kutaburkan bedak, eye shadow, lipstik,
blush on, maskara sekenanya

lalu orang-orang mengolok-olok
mereka bilang mukaku kayak habis kejedot tembok

aku menangis
cermin jahat, tak beritahu aku

kuhapus riasan
wajahku polos seperti baru bangun tidur
lalu orangorang meledek
mereka bilang mukaku jelek

aku menangis lagi

ah, cermin
tak bisakah kau beritahu, aku cantik atau jelek?

tak peduli seberapa banyak air mataku
cermin hanya menghadirkan wajahku
yang entah cantik atau jelek