Cermin

cermin tak pernah bilang aku cantik
juga tak pernah bilang aku jelek
aku jadi tak tahu bagaimana rupaku

cermin tak pernah bilang apa-apa
bahkan jika aku sedang bersolek
kutaburkan bedak, eye shadow, lipstik,
blush on, maskara sekenanya

lalu orang-orang mengolok-olok
mereka bilang mukaku kayak habis kejedot tembok

aku menangis
cermin jahat, tak beritahu aku

kuhapus riasan
wajahku polos seperti baru bangun tidur
lalu orangorang meledek
mereka bilang mukaku jelek

aku menangis lagi

ah, cermin
tak bisakah kau beritahu, aku cantik atau jelek?

tak peduli seberapa banyak air mataku
cermin hanya menghadirkan wajahku
yang entah cantik atau jelek

Api

Malam sunyi. Tak ada suara apapun terdengar. Damai. Semua orang bisa terlelap, melupakan pekerjaan yang belum selesai, mengabaikan masalah yang tidak ada habisnya.

Namun saat siang, suasana kembali bergejolak. Atmosfer memanas. Api memercik. Sedikit saja tersiram bensin, kebakaran.

Jika bertingkah dan berucap, kita bisa ikut terbakar. Bahkan sedikit saja gerakan, akan turut merasakan panas. Termasuk ketika kita berusaha mengenyahkan hawa panas itu.

Saat malam, kedamaian datang. Karena lelah, kita kadang tidak menyadari kehadirannya. Seolah tidak pernah ada masalah. Huru-hara berubah menjadi asap, lantas lenyap, menyatu dengan udara.

Namun, tak akan habis cerita, selama bumi masih berputar.

Semoga damai selalu di muka bumi.

Minimal Rapi

Mengubah gaya hidup tidaklah mudah. Dulu saya pernah diet makanan ber-MSG dan mengurangi asupan gula pasir. Namun tidak bertahan lama. Saya kembali makan bakso dan membiarkan si abang tukang bakso menambahkan vetsin ke dalam porsi bakso pesanan saya. Pun saya kembali mengonsumsi gula pasir karena madu terkadang menimbulkan rasa aneh dalam teh hijau yang saya seduh. Sampai sekarang, saya tidak pernah diet apapun lagi. Saya makan dan minum apa saja yang saya mau.

Continue reading