Ketika Kepatuhan Tak Lagi Menjadi Kebajikan

Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Saya tidak bisa menemukan peribahasa selain itu untuk menggambarkan bagaimana kepatuhan adalah sebuah hal yang sering kita lakukan di berbagai tempat. Setiap tempat ada aturannya. Setiap orang berhak membuat aturan sendiri.

Namun, apakah kita harus selalu patuh pada aturan-aturan tersebut?

Continue reading
Posted in thoughts | Leave a comment

Berani Hidup di Dunia yang Baru

“Brave New World”

Penulis: Aldous Huxley

Jenis: Novel distopia fiksi ilmiah

Penerbit: Bentang Pustaka

Jumlah halaman: 284 halaman

Bayangkan sebuah dunia di mana tidak ada lagi yang namanya patah hati, stres, perang, atau kemiskinan. Terdengar indah, kan?

Tapi di Brave New World, kedamaian ini dibayar mahal dengan kehilangan kebebasan dan kemanusiaan.

Continue reading
Posted in review | Leave a comment

Ketika Melupakan adalah Cara Terbaik untuk Mati Perlahan

“Polisi Kenangan”

Jenis: Novel

Penulis: Yoko Ogawa

Jumlah halaman: 292 halaman

Bagaimana jadinya jika kehilangan bukan lagi sekadar peristiwa personal, melainkan sebuah aturan yang mengontrol ingatan kolektif?

Mungkin pertanyaan mengerikan ini mendasari Yoko Ogawa menulis sebuah novel distopia surealis berjudul Polisi Kenangan. Melalui prosa yang tenang namun menghanyutkan, Ogawa membawa pembaca ke sebuah pulau tanpa nama, di mana benda-benda dan memori tentangnya dilenyapkan satu demi satu oleh otoritas misterius bernama Polisi Kenangan.

Continue reading
Posted in review | Leave a comment

Waktu Berlalu

Ada lembar-lembar kalender
yang tak pernah terpasang di dinding
Tahun-tahun berlalu
seperti malam berganti pagi
Bulan berbinar di atas tingkap mimpi
Matahari bersinar di atas atap rutinitas
Tak sempat aku menghitung bintang
yang akhirnya luruh bersama hujan

Genangan tertinggal di jalan
Memantulkan bayangan yang melesat lekas
Entah apa yang dikejar; mungkin tak ada
Ia berlari sebab kakinya tak ditakdirkan untuk diam

Apakah itu kekal?
Sebab ingatan pun dapat pupus
tatkala darah berhenti mengalir
Dalam sisa waktu,
aku hanya bisa mencari tempat
untuk menyimpan yang belum terlupakan

Posted in poem | Leave a comment

Mendapatkan Kebebasan Sejati dengan Berani Tidak Disukai

“Berani Tidak Disukai”

Penulis: Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga

Jenis: Nonfiksi (self-help)

Jumlah halaman: 352 halaman

Biasanya, buku self-help atau pengembangan diri sering kali diidentikkan dengan kalimat-kalimat motivasi yang manis dan menenangkan. Namun, Berani Tidak Disukai karya Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga tampaknya sama sekali tidak berniat melakukan itu. Buku ini datang membawa perspektif radikal yang siap menjungkirbalikkan cara kita memandang masa lalu.

Continue reading
Posted in review | Leave a comment