Monthly Archives: August 2025

Ketika Bulan Tak Menjadi Puisi

Bulan menyungging senyum di atas sana Berharap hening menambah pesonanya Seperti malam-malam sebelumnya, ia menunggu dipuja Menanti penyair-penyair menuliskan namanya Namun jalan-jalan masih gaduh Suara-suara mengoyak sunyi Klakson dan deru mengalah Manusia menggemakan keadilan Dan gaduh itu menjelma ricuh Saat … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment

Melati yang Menggugurkan Daun-daunnya

Tiap hari, melati ngegugurin daun-daunnya. Hampir semuanya berwarna cokelat; cuma sedikit yang hijau. Kadang-kadang, bunganya juga ikut gugur walaupun baru mekar. Sambil nyapu daun-daun melati itu buat dikompos nantinya, aku nanya dalam hati, emang nggak sayang, ya, melati itu sama … Continue reading →

Posted in diary | Leave a comment

Di dalam Cangkir Putih

Cangkir antik putih berlukiskan bunga-bunga kecil Berdiri pongah di atas hamparan beling serupa dirinya Menganga pada langit yang baru saja lahir mengembuskan napas hangatnya dengan jumawa Di dalam dirinya, ada pekat yang bertahan Seakan bening adalah kesempatan bagi cela untuk … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment

When Agustus Nggak Kayak Agustus

Dua hari ini aneh banget. Dua hari yang lalu, sih, yang lebih aneh. Masa’ ujan turun di bulan Agustus? Biasanya, kan, bulan Agustus cuaca lagi panas banget. Tanah sampe kering, rumput banyak yang mati. Jadi kemaren itu subuh-subuh langit mendung. … Continue reading →

Posted in diary | Leave a comment

Musim Hujan

Musim hujan Orang-orang jatuh cinta merindu mendung tak berdaya ketika gerimis turun Hati yang berbunga laksana bunga-bunga di taman mekar berjejalan Siapa paling semerbak, dia berhak mendapat lebah Siapa paling merona, dia layak mendapat rama-rama Hati yang berkabung ibarat bunga … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment