Angkoter

Dalam Satin Merah, diceritakan bahwa Nadya, si tokoh utama, selalu bepergian naik angkot. Entah itu ke sekolah, atau ke rumah para sastrawan Sunda di Bandung. Padahal, Nadya anak orang kaya. Sepantasnya dia membawa kendaraan sendiri. Tapi karena satu hal, dia tidak mengendarai mobil sendiri. Karena itu Nadya naik kendaraan umum. Dan angkot yang dipilih.

Lanjutkan membaca

Mencari Pemuja Oksigen

“Pemuja Osigen”

Penulis: Brahmanto Anindito

Jenis: Novel

Tebal: 390 halaman

Penerbit: JP Books

 

 

Kepadatan penduduk. Polusi. Dua masalah yang dihadapi bumi sekarang. Bertambahnya penduduk membuat bumi harus tunduk. Direlakannya lahan yang masih kosong untuk dijadikan perumahan dan pabrik. Lalu demi mengangkut semua kebutuhan manusia, dibuatlah jalan raya. Transportasi bergerak di bawah komando manusia. Menciptakan polusi. Akibatnya, bumi kian sesak dengan banyaknya penduduk dan udara kotor. Sebagai solusi, diciptakanlah teknologi fusi, yang menggabungkan beberapa manusia menjadi satu. Tujuannya tak pelak lagi: mengurangi kepadatan penduduk. Lanjutkan membaca

Kisah tentang Si Putri Raja Cilik

“A Little Princess”

Penulis: Frances Hodgson Burnett

Jenis: Cerita anak

Tebal 312 halaman

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Ini kisah tentang Sara Crewe, seorang gadis cilik kelahiran India, anak Kapten Crewe yang dikenal sebagai orang kaya. Ketika berumur tujuh tahun, Sara masuk sebuah sekolah asrama di London milik Miss Minchin. Miss Minchin senang menerima Sara bukan karena perempuan itu menyukai anak-anak, melainkan karena Sara anak orang kaya dan itu akan menaikkan gengsi sekolah Miss Minchin. Lanjutkan membaca

Warung Fiksi

Mengawali karir sebagai penulis, saya tidak menulis di surat kabar sebagaimana yang dilakukan para penulis newcomer. Saya menulis di blog. Bukan blog pribadi juga, melainkan blog lain yang bersedia menerima dan memuat tulisan dari luar. Salah satunya adalah Warung Fiksi.

Semula blog ini hanya berisi tulisan mengenai fiksi. Tempatnya pun masih menumpang di WordPress. Menjelang akhir 2008, Warung Fiksi memutuskan untuk memiliki “tempat tinggal” sendiri yakni warungfiksi.net atau disingkat Wufinet. Lanjutkan membaca