Category Archives: diary

Melati yang Menggugurkan Daun-daunnya

Tiap hari, melati ngegugurin daun-daunnya. Hampir semuanya berwarna cokelat; cuma sedikit yang hijau. Kadang-kadang, bunganya juga ikut gugur walaupun baru mekar. Sambil nyapu daun-daun melati itu buat dikompos nantinya, aku nanya dalam hati, emang nggak sayang, ya, melati itu sama … Continue reading →

Posted in diary | Leave a comment

When Agustus Nggak Kayak Agustus

Dua hari ini aneh banget. Dua hari yang lalu, sih, yang lebih aneh. Masa’ ujan turun di bulan Agustus? Biasanya, kan, bulan Agustus cuaca lagi panas banget. Tanah sampe kering, rumput banyak yang mati. Jadi kemaren itu subuh-subuh langit mendung. … Continue reading →

Posted in diary | Leave a comment

Ketika Idup Lagi Pedes-pedesnya

Belakangan ini, aku seneng makan yang pedes-pedes. Alasan pertama, cabe rawit di kebun udah merah-merah. Sayang kalo nggak dimanfaatkan. Mau dikasihin ke orang lain, terlalu dikit. Ini juga buat dimakan sendiri masih kurang, jadi harus beli buat nambah-nambah. Kedua, sejak … Continue reading →

Posted in diary | Leave a comment

Tumbuh Nggak Kenal Kondisi dan Teori

Tahun lalu, kami nanem singkong gajah di pinggir jalan depan rumah. Setelah beberapa bulan, singkongnya tumbuh tinggi dan subur, padahal jarang dirawat. Daunnya gede-gede, batangnya juga. Umbinya nggak tau, karena di dalem tanah. Kalo liat singkong biasa yang kami tanem … Continue reading →

Posted in diary | Leave a comment

Ujan Pecah di Halaman Rumah

Dear diary, Ujan pecah di pekarangan. Huruf-hurufnya berserakan, berbaur sama daun-daun kering dan aku lagi males nyapu. Mau ngebiarin rumahku berantakan, tapi aku nginjek pecahan ujan itu. Kakiku luka soalnya ujannya terluka. Darah merembes, bikin garis-garis telapak kakiku keliatan jelas. … Continue reading →

Posted in diary | Leave a comment