Category Archives: diary
Sebuah Catatan tentang Penindasan
Pagi tadi waktu ke pasar, liat pemandangan biasa jadi nggak biasa. Liat kang ojol lewat atau lagi mangkal, bawaannya sedih. Bukan cuma soal idup bisa singkat atau maut bisa datang cepat. Ini soal arogansi. Aparat itu punya apa, sih, kalo … Continue reading
Melati yang Menggugurkan Daun-daunnya
Tiap hari, melati ngegugurin daun-daunnya. Hampir semuanya berwarna cokelat; cuma sedikit yang hijau. Kadang-kadang, bunganya juga ikut gugur walaupun baru mekar. Sambil nyapu daun-daun melati itu buat dikompos nantinya, aku nanya dalam hati, emang nggak sayang, ya, melati itu sama … Continue reading
When Agustus Nggak Kayak Agustus
Dua hari ini aneh banget. Dua hari yang lalu, sih, yang lebih aneh. Masa’ ujan turun di bulan Agustus? Biasanya, kan, bulan Agustus cuaca lagi panas banget. Tanah sampe kering, rumput banyak yang mati. Jadi kemaren itu subuh-subuh langit mendung. … Continue reading
Ketika Idup Lagi Pedes-pedesnya
Belakangan ini, aku seneng makan yang pedes-pedes. Alasan pertama, cabe rawit di kebun udah merah-merah. Sayang kalo nggak dimanfaatkan. Mau dikasihin ke orang lain, terlalu dikit. Ini juga buat dimakan sendiri masih kurang, jadi harus beli buat nambah-nambah. Kedua, sejak … Continue reading
Cukup
Beberapa hari kemarin nggak turun ujan di Surabaya. Cuacanya panas. Kayak mau kemarau. Tugas nyiram-nyiram kebun mulai rutin, deh. Terus, dua hari yang lalu, malem-malem ujan. Lanjut sampe kemarin pagi. Cucian dijemur pagi, sorenya baru kering. Tapi aku jadi libur … Continue reading

