Monthly Archives: February 2025

Malamku tanpa Tidur

Hening mengantar detak jam pada telingaku Lampu sudah lelap mengalirkan terang pada khayalku Di luar sana, pitaya menyerahkan mahkotanya pada ngengat Percintaan diam-diam di bawah kesaksian bulan Di ujung malam rahasia terkuak bersama gelap yang luntur perlahan Mungkin seperti inilah … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment

Ujan Pecah di Halaman Rumah

Dear diary, Ujan pecah di pekarangan. Huruf-hurufnya berserakan, berbaur sama daun-daun kering dan aku lagi males nyapu. Mau ngebiarin rumahku berantakan, tapi aku nginjek pecahan ujan itu. Kakiku luka soalnya ujannya terluka. Darah merembes, bikin garis-garis telapak kakiku keliatan jelas. … Continue reading →

Posted in diary | Leave a comment

Pengingat

Apapun yang terjadi, bertahanlah. Sekeras apapun hidup ini, tetaplah berdiri. Bukan agar kamu ditimpa lebih banyak ujian. Tetapi mungkin, di luar sana, ada seseorang yang menginginkanmu tetap hidup. Ada seseorang yang diam-diam ingin menjumpaimu, tapi tak ada kendaraan yang dapat … Continue reading →

Posted in thoughts | Leave a comment

Bahasa Tersirat

Kadang angin enggan bertiup Ia memilih bersembunyi di balik rimbun daun Menitipkan desir dalam tiap uratnya Semakin tak ketahuan saja hadirnya Tetapi ia tak pernah meninggalkan semesta Begitu juga aku Tak mesti kujulurkan kepalaku dari jendela Hanya untuk menjumpai awan … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment

Pagar Laut untuk Tuan

Agaknya, darah nenek moyang tak mengalir dalam diri Tuan Tuan tak berniat jadi pelaut dan mengarungi luas samudra Tuan takut menerjang ombak dan enggan menempuh badai Tuan tak paham nikmatnya berlayar Angin bertiup, Tuan meringkuk Ombak berdebur, Tuan mendengkur Tuan … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment