Monthly Archives: September 2024

Silalatu Ungu, Tamu Nggak Diundang

Akhir-akhir ini, kebun kami suka kedatangan tamu: silalatu berwarna ungu. Kadang datangnya gerombolan. Kadang datang sendiri. Aku bingung ngejamunya gimana. Soalnya kebun kami lagi kering. Kami cuma bisa nyuguhin cabe dan bunga kangkung. Silalatu itu tipis banget. Dia selalu minta … Continue reading →

Posted in diary | Tagged | Leave a comment

Kesemutan

Tadi siang, aku nggak sengaja nginjek seekor semut yang lagi jalan deket kakiku. Semutnya mati, terus temennya dateng. Karena nggak ngerti bahasa semut dan nggak pernah denger suaranya, aku cuma bisa nebak kalo temennya semut itu teriak histeris. Syok liat … Continue reading →

Posted in diary | Leave a comment

Seekor Kupu-kupu Mati di Pinggir Jalan

Sore tadi, aku menemukan seekor kupu-kupu mati di pinggir jalan. Sayapnya masih utuh, seakan memperlihatkan keinginan yang belum terwujud. Tak ada yang berani mengoyaknya. Sebuah keheningan yang menyertai kepergiannya. Pernahkah kupu-kupu itu berpikir tentang hari ini? Saat sayapnya terbentang, tetapi … Continue reading →

Posted in thoughts | Leave a comment

Waktu

Aku adalah rintik hujan yang melunturkan kerinduan Aku adalah hijau yang perlahan meninggalkan daun Aku adalah jejak yang tak dapat kembali kepada langkah Aku adalah molekul yang mengkristalkan masa lalu Aku adalah waktu yang mungkin kaulupakan Sementara jam terus berdetak … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment