-
Archives
- November 2026
- October 2026
- September 2026
- August 2026
- July 2026
- June 2026
- May 2026
- April 2026
- March 2026
- February 2026
- January 2026
- December 2025
- November 2025
- August 2025
- July 2025
- June 2025
- May 2025
- April 2025
- March 2025
- February 2025
- January 2025
- December 2024
- November 2024
- October 2024
- September 2024
- August 2024
- July 2024
- June 2024
- May 2024
- April 2024
- March 2024
- February 2024
- January 2024
- December 2023
- November 2023
- October 2023
- July 2023
- October 2021
- June 2021
- March 2021
- February 2021
- August 2020
- July 2020
- March 2020
- October 2019
- February 2019
- February 2018
- October 2016
- August 2016
- January 2016
- October 2015
- August 2015
- July 2015
- December 2014
- October 2014
- July 2014
- March 2014
- September 2013
- July 2013
- January 2013
- November 2012
- September 2012
- August 2012
- July 2012
- June 2012
- March 2012
- January 2012
- December 2011
- November 2011
- October 2011
- September 2011
- August 2011
- July 2011
- May 2011
- April 2011
-
Meta
Monthly Archives: March 2024
Robohnya Kemangi Kami (2)
Masih ingat taneman kemangi kami yang roboh? Kemarin, kemangi itu mati. Waktu dia ambruk itu, akarnya juga sebetulnya tercabut. Kupikir, kalo batangnya kutegakin lagi terus kusangga pake batu, masalah selesai. Kemangi itu bakal idup lagi kayak sediakala. Ternyata nggak! Daun-daunnya … Continue reading
Robohnya Kemangi Kami
Selama tiga hari berturut-turut, cuacanya nggak enak banget. Subuh-subuh udah ujan. Setelah reda, langit masih aja mendung. Lanjut ujan lagi. Mendung, ujan, mendung, ujan. Kayak gitu dari pagi sampe malem. Sebenernya, ada enaknya juga, sih. Mendung dan ujan pas puasa … Continue reading
Puisi Bulan
Malam gelap Angkasa senyap Bulan meminta cahaya pada matahari Saat yang tepat untuk menulis puisi Bulan adalah pujangga Puisi-puisinya dia simpan dalam gugusan bintang Diunduh majalah-majalah dan koran-koran Ramalan tentang cinta dan peruntungan setiap pekan
Posted in poem
Leave a comment
Mungkin, Sudah Waktunya dan Seharusnya
Mungkin, sudah waktunya dan seharusnya, aku berhenti mengenalmu sebagai batu kecil yang tak dapat ditaklukkan hujan. Namun, apakah yang sudah mengubahmu jadi tanah liat? Tangan siapakah yang kaulekati hingga kau tunduk pada jemarinya yang membuat lekuk-lekuk pada permukaanmu?
Posted in poem
Leave a comment
Ketika Sajak Jadi Awan dan Cerita adalah Hujan
Adalah air mata yang menguap di atas tungku yang menyala-nyalaMenempuh perjalanan udara menuju biru muliaBerarak tanya mencari jawabLalu turun kepada bumi yang kehabisan lembap
Posted in poem
Leave a comment