Robohnya Kemangi Kami

Selama tiga hari berturut-turut, cuacanya nggak enak banget. Subuh-subuh udah ujan. Setelah reda, langit masih aja mendung. Lanjut ujan lagi. Mendung, ujan, mendung, ujan. Kayak gitu dari pagi sampe malem.

Sebenernya, ada enaknya juga, sih. Mendung dan ujan pas puasa bikin kita nggak haus. Tapi teuteup bikin BT kalo jemuran nggak kering dan nggak bisa pergi ke masjid buat bukber.

Ke kebun juga nggak bisa. Mau siram-siram, udah ada air gratis dari langit. Mau beresin kebun dan cabutin rumput, masa’ iya sambil ujan-ujanan?

Lanjutkan membaca

Journaling

Sekarang ini, journaling atau menulis jurnal sangat disarankan untuk mengatasi masalah-masalah mental. Tolong koreksi, ya, kalau saya salah. Karena saya juga ngikutin beritanya selewat-selewat.

Sebetulnya, sih, sudah lama kalau ada yang berpendapat bahwa menulis jurnal punya banyak manfaat bagi psikologi kita. Mengemukakan gagasan dan perasaan, meluapkan emosi, dan sebagainya. Tapi, masyarakat kita lebih suka berbicara, karenanya menulis (jurnal) bukanlah kegiatan menarik. Tidak tahu kenapa sekarang, kok, journaling banyak dibicarakan dan disarankan. Apa karena banyak penelitian yang mengungkapkan banyaknya hal positif yang bisa didapatkan dengan menulis jurnal, ya?

Lanjutkan membaca

Perjalanan Menyusui Akira


Tumbuh di perut yang sama, lahir dari rahim yang sama, tidur di pangkuan yang sama, tidak menjamin Kiara dan Akira punya karakter yang sama. Dulu saya kewalahan menghadapi Kiara yang gemar begadang, tidak pernah puas menyusu, kelewat lincah apalagi kalau jalan-jalan di mal, bolak-balik mogok makan. Saya pikir, Kiara tergolong nakal. Namun setelah Akira tumbuh besar, persepsi saya pun berubah. Saya harus lebih ekstra sabar dalam menemani Akira tumbuh.

Akira, 1 tahun, badannya kuruuuus… sekali.
Read more

1000 Hari Pertama yang Penuh Kesan (Bag. 1)

Sebentar lagi Kiara ultah kedua. Banyak hal yang harus saya siapkan untuk beribu-ribu hari berikutnya (panjang umur ya, Nak!). Tapi saya tidak mau keburu-buru bertindak untuk hari esok. Menyambut ultah Kiara yang kurang dari tiga minggu lagi, saya malah ingin bernostalgia dengan 1000 hari yang sudah saya lalui bersamanya. Sejak Kiara masih di dalam perut sampai sudah bisa joget-joget seperti sekarang. Kalau saya hitung persisnya, mungkin 1000 hari lebih.

Lanjutkan membaca