Author Archives: Rie Yanti

About Rie Yanti

a wife, a mom, a writer

Gelap

Tidurlah, AnakkuDalam kegelapan kamarTak usah takut pada suara-suara di luarJangkrik sedang merayu bulanYang tak mau berpisah dari malamGerimis sekadar mengingatkanBahwa langit mencintai tanah Gelap tak berarti berakhirKoin dalam celenganmuPunya dua sisi yang berbedaGelap adalah salah satu sisiTerang adalah sisi satunyaDua … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment

Sungai Berbusa

Sungai berbusa Ikan-ikan mati Begitulah kalau banyak bicara Kata-kata tak lagi berarti

Posted in poem | Leave a comment

Puisi dari Kebunmu

Seringkali, puisiku seperti awan di atas kebunmu Melayang, tak dapat kau raba Berlalu, tak dikejar Lenyap, tak dicari Tapi dalam kefanaannya, Awan adalah kanopi Meneduhi kebunmu Apalagi kalau ia sampai menurunkan hujan Kamboja, melati, kemangi, pucuk merah Mereka semua bersorak … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment

Mencatat Semesta

Aku kerap heran,Saat aku berharap hujan,Matahari malah bersinar sepanjang siangBahkan ia masih mampu berpijar ketika langit akan dilingkupi malam Dan rumput-rumput liarMasih mampu tumbuh di sela bebatuanTingkap yang keras membuat mereka harus mencari jalan lainHingga aku bisa melihat tunas-tunas baru … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment

Mencintai Bunga

Mencintai bunga adalah sebuah ujian tentang ketulusan Kau harus mencintainya dengan tulus Bukan karena warna atau wanginya Juga bukan karena namanya Tetapi karena ia adalah bagian dari kebunmu, dari benih yang kautanam, dari pohon yang menaungimu, dari buah yang kaulahap, … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment