Author Archives: Rie Yanti

About Rie Yanti

a wife, a mom, a writer

Kenapa Cabe di Kebunku Rasanya Pedes?

Di antara taneman-taneman yang gagal tumbuh di kebun kami, kayaknya cuma taneman cabe, deh, yang perjuangannya paling berat. Kami nanem dari bijinya. Waktu keliatan tunasnya, kami seneng banget karena ada harepan buat si biji cabe itu tumbuh jadi taneman. Soalnya … Continue reading

Posted in thoughts | Leave a comment

When I’m Sad

When I’m sad, I ask myself, Am I really sad? Or is it just my mind that drives me into sadness? Because the sky still stands when the sun leaves it Night is only a color of darkness that without … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Senja

Bukannya tak bisa bicara Tetapi ia memilih menyimpan kata-kata Ketika tahu ia tak bisa memiliki jingga selamanya Dan ia memutuskan untuk menahan rindu Bukan tak ingin mengentas sendu Tetapi agar ada alasan untuk kembali menemui rona itu

Posted in poem | Leave a comment

Bintang Jatuh Tak Mengenal Luka

Sampaikan pada hujan yang memadamkan api Bintang jatuh tak mengenal luka Dan katakan pada matahari yang mengakhiri gelap Bahkan saat musim panas sekalipun, malam tetap ada Angin tak pernah menggugurkan daun Daunlah yang memilih lepas dari tangkainya Sungai tak mesti … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Kedalaman Malam

Semalam, bintang jatuh membawaku pada kedalaman malamMelewati setiap lapis kegelapanSemakin mendekat ke dasar, semakin aku melesakSeperti sebelumnya tak pernah aku tidur nyenyak Gerhana mengambil semua terang yang kupunyaHayatku hampa, tapi ragaku masih adaKuhirup kekosongan, benar-benar hanya udara yang mengisi paru-parukuBahkan … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment