Monthly Archives: February 2024

Lawan!

Subuh tadi ujan nanggung. Nggak gerimis, nggak deres. Mataharinya males-malesan bangun dan ngelipet awan. Apa ini pertanda nggak enak? Nggak tahu dan mudah-mudahan nggak. Sampe rada siangan, langit masih rada mendung. Tapi nggak berarti aku dan paksu juga males ke … Continue reading →

Posted in diary | Tagged | Leave a comment

Kepik

Bagaimana kalau kepik itu sisa hujan yang tertinggal di daun basil? Kena gincu saat tadi pagi bibirku mencium daunnya sebelum lebah-lebah datang. Lalu terciprat air kubangan saat sepeda melintas jalan. Kau tidak akan menemukannya dengan mudah karena kepik itu bersembunyi … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment

Siklus

Pada daun yang terbaring di atas tanah,tersirat kerinduan akan pohon yang telah ia besarkan,dan akar yang memberinya hidup,juga kuntum-kuntum sekar dan butir-butir buah yang pernah ia asuh dengan asih,ulat yang hampir menggerogoti helainya,dan burung yang meninggalkan kotoran di permukaannya.Menanti daun … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment

kalau kau

Kalau kau tak sanggup melupatak apawaktu akan membimbing lukamenjadi tawa Kalau kau tak sanggup mencintatak apawaktu akan menuntun rindukepada hatimu Kalau kau tak sanggup bicaratak apawaktu akan memberi jedapada cerita Kalau kau tak sanggup melangkahtak apawaktu akan menyediakan ruangbagi peluang … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment