Category Archives: diary

Ketika Kemangi Kami Tinggal Satu

Sedih banget waktu kami harus ngaku kalo kemangi yang kami punya tinggal satu. Ada satu lagi yang masih batita, tapi di ambang sekarat. Satu-satunya kemangi yang kami punya, ya, tinggal satu. Itu pun saking emannya kami sama dia, nggak pernah … Continue reading →

Posted in diary | Leave a comment

Sebuah Cerita tentang Kebun Kami

Musim kemarau taun ini gila-gilaan. Apa, ya, yang bikin matahari semangat banget bersinar? Awan-awan aja nggak berani nengokin bumi. Sekalinya ada, langsung lenyap seketika. Kebun kami kena imbasnya. Biarpun semua taneman disiram dua kali sehari tiap harinya, banyak yang akhirnya … Continue reading →

Posted in diary | Leave a comment

Silalatu Ungu, Tamu Nggak Diundang

Akhir-akhir ini, kebun kami suka kedatangan tamu: silalatu berwarna ungu. Kadang datangnya gerombolan. Kadang datang sendiri. Aku bingung ngejamunya gimana. Soalnya kebun kami lagi kering. Kami cuma bisa nyuguhin cabe dan bunga kangkung. Silalatu itu tipis banget. Dia selalu minta … Continue reading →

Posted in diary | Tagged | Leave a comment

Kesemutan

Tadi siang, aku nggak sengaja nginjek seekor semut yang lagi jalan deket kakiku. Semutnya mati, terus temennya dateng. Karena nggak ngerti bahasa semut dan nggak pernah denger suaranya, aku cuma bisa nebak kalo temennya semut itu teriak histeris. Syok liat … Continue reading →

Posted in diary | Leave a comment

Waktu Rumah Lagi Gelap

“Kalau di rumah lagi gelap, liat aja jendela.” Kira-kira kayak gitu pesan mama mertuaku, yang diceritain sama anaknya, alias paksu. Suatu malem, pernah listrik mati di rumah kami aja. Bener-bener nggak ada cahaya selain dari senter gawai atau lilin. Sempat … Continue reading →

Posted in diary | Tagged | Leave a comment