Waktu Berlalu

Ada lembar-lembar kalender
yang tak pernah terpasang di dinding
Tahun-tahun berlalu
seperti malam berganti pagi
Bulan berbinar di atas tingkap mimpi
Matahari bersinar di atas atap rutinitas
Tak sempat aku menghitung bintang
yang akhirnya luruh bersama hujan

Genangan tertinggal di jalan
Memantulkan bayangan yang melesat lekas
Entah apa yang dikejar; mungkin tak ada
Ia berlari sebab kakinya tak ditakdirkan untuk diam

Apakah itu kekal?
Sebab ingatan pun dapat pupus
tatkala darah berhenti mengalir
Dalam sisa waktu,
aku hanya bisa mencari tempat
untuk menyimpan yang belum terlupakan

About Rie Yanti

a wife, a mom, a writer
This entry was posted in poem. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.