Category Archives: diary
Sebuah Cerita tentang Kebun Kami
Musim kemarau taun ini gila-gilaan. Apa, ya, yang bikin matahari semangat banget bersinar? Awan-awan aja nggak berani nengokin bumi. Sekalinya ada, langsung lenyap seketika. Kebun kami kena imbasnya. Biarpun semua taneman disiram dua kali sehari tiap harinya, banyak yang akhirnya … Continue reading
Silalatu Ungu, Tamu Nggak Diundang
Akhir-akhir ini, kebun kami suka kedatangan tamu: silalatu berwarna ungu. Kadang datangnya gerombolan. Kadang datang sendiri. Aku bingung ngejamunya gimana. Soalnya kebun kami lagi kering. Kami cuma bisa nyuguhin cabe dan bunga kangkung. Silalatu itu tipis banget. Dia selalu minta … Continue reading
Waktu Rumah Lagi Gelap
“Kalau di rumah lagi gelap, liat aja jendela.” Kira-kira kayak gitu pesan mama mertuaku, yang diceritain sama anaknya, alias paksu. Suatu malem, pernah listrik mati di rumah kami aja. Bener-bener nggak ada cahaya selain dari senter gawai atau lilin. Sempat … Continue reading
Lebaran 2024
Bulan Ramadan taun ini, diawali dan diakhiri dengan mendung kelabu yang bikin kalumaaan banget. Awal puasa, cuacanya dingin. Bagusnya, nggak bikin haus dan gerah. Tapi, bikin tambah mager. Butuh usaha keras buat maksain ngerjain ini-itu. Pertengahan Ramadan, cuacanya variatif. Kadang … Continue reading
Waktu Ujan Turun Ragu-ragu
Pada suatu hari, ujan turun ragu-ragu. Tanah jadi tetep kering karena nggak sempet nyerep lembap. Udara juga tetep panas. Ujan hari itu nggak ngasih dampak apa-apa terhadap semesta selain tanda tanya. Bunga-bunga juga kayaknya kecewa di-PHP-in. Di langit, awan mendung. … Continue reading

