Category Archives: diary

Robohnya Kemangi Kami (2)

Masih ingat taneman kemangi kami yang roboh? Kemarin, kemangi itu mati. Waktu dia ambruk itu, akarnya juga sebetulnya tercabut. Kupikir, kalo batangnya kutegakin lagi terus kusangga pake batu, masalah selesai. Kemangi itu bakal idup lagi kayak sediakala. Ternyata nggak! Daun-daunnya … Continue reading →

Posted in diary | Tagged , | Leave a comment

Robohnya Kemangi Kami

Selama tiga hari berturut-turut, cuacanya nggak enak banget. Subuh-subuh udah ujan. Setelah reda, langit masih aja mendung. Lanjut ujan lagi. Mendung, ujan, mendung, ujan. Kayak gitu dari pagi sampe malem. Sebenernya, ada enaknya juga, sih. Mendung dan ujan pas puasa … Continue reading →

Posted in diary | Tagged , , | Leave a comment

Umbi yang Terabaikan

Sejak awal berkebun, kami nanem singkong. Dengan keterbatasan lahan dan wawasan tentang pertanian, kami pikir nanem singkong semudah nanem bayam brazil. Tinggal tancepin batangnya ke tanah, rutin disiram dan dibiarin kena matahari, tunggu waktu panen, udah. Tanaman singkong kami tumbuh … Continue reading →

Posted in diary | Tagged , | Leave a comment

Lawan!

Subuh tadi ujan nanggung. Nggak gerimis, nggak deres. Mataharinya males-malesan bangun dan ngelipet awan. Apa ini pertanda nggak enak? Nggak tahu dan mudah-mudahan nggak. Sampe rada siangan, langit masih rada mendung. Tapi nggak berarti aku dan paksu juga males ke … Continue reading →

Posted in diary | Tagged | Leave a comment

Horeee… Kiara Punya Adik!

Di postingan sebelumnya saya menyebut nama Akira. Ya, itu adiknya Kiara. Sekarang umurnya mau empat bulan. Tapi saya belum bercerita tentang proses kelahirannya. Ya sudah, sekalian bernostalgia, saya ceritakan saja di sini.

Posted in diary | Tagged | Leave a comment