Category Archives: diary

Umbi yang Terabaikan

Sejak awal berkebun, kami nanem singkong. Dengan keterbatasan lahan dan wawasan tentang pertanian, kami pikir nanem singkong semudah nanem bayam brazil. Tinggal tancepin batangnya ke tanah, rutin disiram dan dibiarin kena matahari, tunggu waktu panen, udah. Tanaman singkong kami tumbuh … Continue reading

Posted in diary | Tagged , | Leave a comment

Lawan!

Subuh tadi ujan nanggung. Nggak gerimis, nggak deres. Mataharinya males-malesan bangun dan ngelipet awan. Apa ini pertanda nggak enak? Nggak tahu dan mudah-mudahan nggak. Sampe rada siangan, langit masih rada mendung. Tapi nggak berarti aku dan paksu juga males ke … Continue reading

Posted in diary | Tagged | Leave a comment

Horeee… Kiara Punya Adik!

Di postingan sebelumnya saya menyebut nama Akira. Ya, itu adiknya Kiara. Sekarang umurnya mau empat bulan. Tapi saya belum bercerita tentang proses kelahirannya. Ya sudah, sekalian bernostalgia, saya ceritakan saja di sini.

Posted in diary | Tagged | Leave a comment

Yuk, Baca Buku di Rbm Kali Atas!

Di Cicalengka, kegiatan literasi adalah hal yang istimewa sekaligus tidak istimewa. Kegiatan membaca dan menulis merupakan sebatas tugas sekolah. Bukan sebuah hobi apalagi pekerjaan profesional. Tidak heran jika di Cicalengka tidak ada taman bacaan. Ada perpustakaan desa, tapi sepi pengunjung. … Continue reading

Posted in diary | Tagged , | 4 Comments

Pemenang Hadiah Utama

Jodoh, mati, dan rezeki ada di tangan Tuhan. Meski kita sudah berusaha mendapatkan jodoh dan rezeki, atau menghindari maut, jika Tuhan sudah menghendaki, apa pun bisa terjadi di luar kekuasaan kita. Saya tidak bermaksud menceramahi. Kebetulan saja saya punya pengalaman … Continue reading

Posted in diary | Tagged | 3 Comments