Nol

Nol lahir tanpa ujung dan sudut. Tidak ada awal dan sulit menentukan di mana ia berakhir. Nol tidak menghadirkan perhentian maupun persinggahan. Nol adalah siklus, repetisi. Mungkin karena sifat repetitifnya itu, tidak ada lagi nilai yang bisa kita lihat. Pengulangan mengundang kejenuhan. Dan kejenuhan adalah pangkal ketidakpedulian.

Nol adalah suaka. Ia membatasi apa yang di luar dan di dalam. Namun di balik sifat melindunginya, nol juga identik dengan hampa. Kosong. Kita selalu mengucapkan “kosong” untuk nol saat menyebutkan nomor telepon. Seolah-olah nol tidak ada artinya selain untuk membedakan nomor yang satu dengan yang lain.

Padahal kalau digandeng di belakang sebuah angka, nol bisa memberi nilai lebih. Semakin banyak nol mengikuti, semakin besar nilai sebuah angka.

Apa arti nol buatmu?

Anak Perempuan dan Ibu

Selama ini kita mengenal relasi yang istimewa nan harmonis antara anak perempuan dan ayahnya. Teman-teman pasti sering mendengar istilah “gadis kecil papa” atau “bidadarinya ayah”. Saya sendiri merasakan bahwa papap selalu menganggap saya istimewa. Padahal saya dan papap tidak dekat-dekat amat. Kami tidak pernah curhat sekalipun sering jalan bareng.

Lalu, bagaimana hubungan anak perempuan dengan ibunya?

Continue reading Anak Perempuan dan Ibu

Hayooo... Mau apa?