Kiara dan Anjing-anjing Kompleks

Kiara senang banget diajak ke KBS (2014). Malah dia pengin masuk kandang rusa dan bermain dengan binatang tersebut.

Sudah menjadi bagian dari rutinitas kalau saban pagi saya harus belanja. Biasanya, saya belanja di tukang sayur. Kalau tukang sayurnya tidak jualan, belanja ke pasar. Continue reading

Posted in thoughts | Tagged , | 2 Comments

Tentang Tim Hantu dan OPM yang Hobi Menyandera

Judul: Tiga Sandera Terakhir
ISBN: 978-602-0989-47-1
Penulis: Brahmanto Anindito
Editor: Hermawan Aksan & Miranda Harlan
Tebal: 309 + xiv halaman
Penerbit: Noura Books 2015

Papua adalah daerah yang misterius. Itu menurut saya. Letaknya yang jauh di sebelah timur Indonesia dan berita-berita yang memberitahukan berbagai masalah yang ada di sana membuat saya penasaran sekaligus takut kalau sampai saya harus bepergian ke sana. Bagaimana kalau saya sampai disandera OPM? Mengingat peristiwa penyanderaan ini sudah terjadi berulang-ulang.

Continue reading

Posted in review | Tagged | 2 Comments

Yuk, Biasakan Anak Membaca Buku!

Tulisan ini, sejujurnya, terinspirasi dari acara Basa Basi yang ditayangkan TransTV pada hari Selasa, 13 Oktober kemarin. Topik acara hari itu adalah My Book, My Adventure. Kebetulan, tahun ini Indonesia menjadi tamu kehormatan Frankfurt Book Fair 2015. Karena dua-duanya berhubungan dengan buku, ya sudah, saya bercerita tentang kebiasaan membaca pada anak.

Continue reading

Posted in thoughts | Tagged , | 2 Comments

Cara Mencari Tahu Potensi Anak

“Rahasia Ayah Edy Memetakan Potensi Unggul Anak”
Penulis: Ayah Edy
Tebal: 209 halaman
Penerbit: Noura Books

Kerap saya bertanya-tanya, bagaimana Kiara kalau sudah besar nanti? Bakal jadi apa dia? Bagaimana cara mengetahui potensi dan minatnya supaya nanti tidak ada salah paham antara orang tua dan anak mengenai cita-cita si anak? Continue reading

Posted in review | Tagged | Leave a comment

Yuk, Baca Buku di Rbm Kali Atas!

Di Cicalengka, kegiatan literasi adalah hal yang istimewa sekaligus tidak istimewa. Kegiatan membaca dan menulis merupakan sebatas tugas sekolah. Bukan sebuah hobi apalagi pekerjaan profesional. Tidak heran jika di Cicalengka tidak ada taman bacaan. Ada perpustakaan desa, tapi sepi pengunjung. Ada persewaan buku, tapi yang banyak digemari adalah komik. Penjual koran juga ada, tapi hanya segelintir orang yang benar-benar membaca berita dan artikel-artikel berbobot di dalamnya.

Continue reading

Posted in diary | Tagged , | 4 Comments