Selamat Datang di Kelas Akselerasi!

  • Judul: 19 Letters: Beautiful Flower
  • Pengarang: Dinda Unaroma
  • Genre: Drama
  • Penerbit: 19 Books Publishing
  • Tebal: 418 halaman

Tidak banyak sekolah di Indonesia yang memiliki program akselerasi atau percepatan. Mungkin karena itu tidak banyak (atau bahkan tidak ada) cerita fiksi yang mengangkat cerita tentang program tersebut. Saya sendiri tidak tahu bagaimana, sih, kelas percepatan itu. Namun melalui novel karya Dinda Unaroma, 19 Letters: Beautiful Flower, rasa penasaran saya pun terjawab. Continue reading

Posted in review | Tagged | Leave a comment

Cermin

cermin tak pernah bilang aku cantik
juga tak pernah bilang aku jelek
aku jadi tak tahu bagaimana rupaku

cermin tak pernah bilang apa-apa
bahkan jika aku sedang bersolek
kutaburkan bedak, eye shadow, lipstik,
blush on, maskara sekenanya

lalu orang-orang mengolok-olok
mereka bilang mukaku kayak habis kejedot tembok

aku menangis
cermin jahat, tak beritahu aku

kuhapus riasan
wajahku polos seperti baru bangun tidur
lalu orangorang meledek
mereka bilang mukaku jelek

aku menangis lagi

ah, cermin
tak bisakah kau beritahu, aku cantik atau jelek?

tak peduli seberapa banyak air mataku
cermin hanya menghadirkan wajahku
yang entah cantik atau jelek

Posted in poem | Leave a comment

Selamat Tinggal, Barang-barang! Selamat Datang, Minimalis!

“Goodbye, Things”

Penulis: Fumio Sasaki

Tebal: 264 halaman

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Kalau lihat rumah berantakan, saya maunya beres-beres. Bukan sok rajin, tapi saya ini tidak suka melihat barang-barang berserakan. Apalagi kalau barang-barang itu sebetulnya sudah tidak dipakai lagi. Begitu juga kalau membuka lemari. Maunya mengeluarkan pakaian yang sudah tidak saya suka. Tapi, bagaimana kalau nanti dibutuhkan?

Halah, bingung! Saya butuh solusi yang tepat. Continue reading

Posted in review | Tagged | Leave a comment

penghuni hujan

kata pecinta hujan, Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Horeee… Kiara Punya Adik!

Di postingan sebelumnya saya menyebut nama Akira. Ya, itu adiknya Kiara. Sekarang umurnya mau empat bulan. Tapi saya belum bercerita tentang proses kelahirannya. Ya sudah, sekalian bernostalgia, saya ceritakan saja di sini.

Continue reading

Posted in diary | Tagged | Leave a comment