Di Cicalengka, kegiatan literasi adalah hal yang istimewa sekaligus tidak istimewa. Kegiatan membaca dan menulis merupakan sebatas tugas sekolah. Bukan sebuah hobi apalagi pekerjaan profesional. Tidak heran jika di Cicalengka tidak ada taman bacaan. Ada perpustakaan desa, tapi sepi pengunjung. Ada persewaan buku, tapi yang banyak digemari adalah komik. Penjual koran juga ada, tapi hanya segelintir orang yang benar-benar membaca berita dan artikel-artikel berbobot di dalamnya.
-
Archives
Categories
- Hujan Masuk Angin
- Pesta, Hampa, dan Luka yang Tak Kunjung Sembuh
- Iceberg
- Merayakan Makna “Aku” melalui Anthem
- Ketika Kepatuhan Tak Lagi Menjadi Kebajikan
- Berani Hidup di Dunia yang Baru
- Ketika Melupakan adalah Cara Terbaik untuk Mati Perlahan
- Waktu Berlalu
- Mendapatkan Kebebasan Sejati dengan Berani Tidak Disukai
- Jika Buku-buku Dibakar
-
-
-
-
Apa yang bisa membuat 
