Pohon

I

Pohonku, tumbuhlah di atas tanah subur tersiram hujan
Tumbuh tegak dengan akar yang menancap kuat di dalam tanah
Tumbuh menjulang, menuju angkasa mengantar semua orang ke langit biru
Terus tumbuh tinggi tak tentu ujung
berdiri tak lekang waktu

Posted in poem | Leave a comment

Pemenang Hadiah Utama

Jodoh, mati, dan rezeki ada di tangan Tuhan. Meski kita sudah berusaha mendapatkan jodoh dan rezeki, atau menghindari maut, jika Tuhan sudah menghendaki, apa pun bisa terjadi di luar kekuasaan kita. Saya tidak bermaksud menceramahi. Kebetulan saja saya punya pengalaman yang membuktikan petuah tadi.

Continue reading

Posted in diary | Tagged | 3 Comments

Malam Satu Suro

Beberapa malam yang lalu suami saya nonton Malam Satu Suro yang dibintangi Suzanna. Spontan saya bergidik dan memilih untuk menjaga Kiara saja daripada tidak bisa tidur. Tetapi, rasa penasaran justru membuat saya akhirnya ngintip-ngintip film tersebut. Apalagi ada yang bilang kalau film ini tidak menakutkan. Lucu, malah.

Continue reading

Posted in review | 7 Comments

Mengungkap Rahasia Sunyi

Rahasia Sunyi
Penulis: Brahmanto Anindito
Jenis: Novel thriller
Tebal: 372 halaman
Penerbit: GagasMedia

Sudah bukan berita baru kalau emas disebut-sebut sebagai salah satu bentuk investasi yang selalu bisa diandalkan. Namun dulunya, saya menganggap emas yang dimaksud adalah emas perhiasan, seperti kalung, gelang, cincin dan sebagainya. Jadi, kita bisa berinvestasi sekaligus mengenakannya sebagai penghias tubuh. Sekarang, baru saya paham kalau emas yang bagus untuk investasi justru emas batangan, emas yang kurang indah secara penampilan, namun murni tak bercampur logam-logam lainnya.

Continue reading

Posted in review | Tagged | 4 Comments

Kiara Hanifa Anindya

tanah subur di musim hujan
tanah gersang di musim kemarau
tanah selalu berubah mengikuti musim

tapi benih kiara terus tumbuh di dalamnya
kelak ia akan menjadi pohon yang kokoh
dengan dahan menjulurkan sarat ranting dan daun

untuk Kiara Hanifa Anindya
bidadari kecil yang menemani berlayar

foto diambil pada Sabtu, 27 Oktober 2012
kira-kira enam jam setelah Kiara lahir

Posted in poem | 2 Comments