Buku-buku yang Berserakan di Pameran Buku

Di Bandung, dalam satu tahun pasti ada pameran buku. Lokasinya di Braga Landmark. Meski lebih dari 20 tahun tinggal di Bandung, cuma sekali saya ke acara itu. Saya rada males ke pameran. Kalau mau beli buku dengan harga murah, lebih baik ke Palasari atau Togamas.

Tapi, karena ada teman yang antusias banget ingin ke pameran tersebut, ditambah saya juga ingin tahu seperti apa gerangan pameran itu, akhirnya pada pameran buku Bandung Agustus 2010 kami ke sana. Benar dugaan saya, Braga Landmark penuh sekali. Kami ke sana sekitar pukul 10 pagi. Semakin siang, semakin banyak pengunjung yang datang. Apalagi itu hari Minggu. Hujan deras pula di luar.

Continue reading

Posted in thoughts | Tagged | 2 Comments

Menyusun Ucapan Lebaran

Membaca ucapan-ucapan lebaran. Saya jadi ingat zaman SMP dulu. Ketika saya dan teman-teman saling bertukar kartu lebaran bergambar lucu. Benar-benar saling bertukar, karena kami memberikannya secara langsung, tanpa melalui pos. Di kartu itu sebetulnya sudah ada kata-kata yang juga lucu. Namun tidak jarang kami menambahkan sedikit basa-basi atau humor yang ditulis menggunakan spidol atau bolpoin warna-warni.

Zaman SMA, masih ada tradisi tuker-tukeran kartu lebaran, tapi tidak banyak. Dan karena beberapa teman berdomisili di lain kota, ada juga yang mengirim via pos. Di zaman ini, kami sudah sedikit dewasa. Malah kartu yang dipilih pun lebih banyak yang bergambar serius. Dalam hal ini misalnya lukisan masjid atau gambar ketupat. Pilihan ucapannya pun bukan lagi semata basa-basi atau guyonan, tapi juga puisi.

Continue reading

Posted in thoughts | Tagged , | 4 Comments

Anak-anak Menurut Le petit Nicolas

“Le petit Nicolas”

Penulis: Goscinny

Ilustrasi: Sempe

Jenis: Cerita anak

 

Saya pernah bertanya pada teman saya yang pada 2009 lalu masih kuliah di Prancis, apa buku anak yang sedang populer di sana. Kata teman saya, orang-orang Prancis tengah menggemari cerita Le petit Nicolas. Bahkan cerita karangan Goscinny itu sampai dibuat filmnya. Sayang, sampai sekarang film tersebut tidak sampai ke Indonesia. Saya pun cuma bisa baca cerita anak itu melalui bukunya.

Nicolas sebetulnya sama saja dengan bocah kelas satu SD lainnya. Lucu, suka main, nakal dan kalau berbicara sangat khas anak-anak. Kalimatnya panjang dan pemikirannya lugu dan cerdas.

Continue reading

Posted in review | Tagged | Leave a comment

(Mengamati) James Bond dari Aktor ke Aktor

Selama beberapa minggu, saya dan suami nonton James Bond. Komplit, mulai dari yang diperankan Sean Connery, George Lazenby, Roger Moore, Timothy Dalton, Pierce Brosnan, dan yang terakhir Daniel Craig. Saya sebetulnya tidak suka film ini. Tapi ketika suami nonton film ini, saya malah ikutan nonton.

Saya dan suami punya keasyikkan tersendiri ketika menonton film ini. Film James Bond yang lawas, yang diperankan Connery dan Moore, mengandung adegan-adegan lucu. Ternyata dalam film-film lama ada beberapa adegan tidak penting yang ditampilkan. Misalnya ketika Bond harus berhadapan dengan pengikut musuhnya, muncul adegan si pengikut memamerkan kelihaian atau senjata andalannya. Jadi biarpun ini film action dan adegan perkelahiannya membuat saya cukup tegang, tetap saja ada beberapa adegan yang bikin saya ketawa.

Continue reading

Posted in review | 8 Comments

Pelajaran Menulis dari Stephen King

“On Writing”

Penulis: Stephen King

Jenis: Otobiografi

Tebal: 416 halaman

Penerbit: Qanita

 

Membaca novel-novel horor dan thriller selalu membuat saya merinding. Karena itu saya selalu menghindari buku-buku Stephen King, John Grisham, meski saya baca juga The Da Vinci Code dan Angels and Demons-nya Dan Brown (soalnya The Da Vinci Code meledak di pasaran dan bikin saya penasaran). Ketika menemukan buku On Writing ini pun saya tidak lantas tergerak untuk membacanya. Sudah pasti, dugaan saya, ini salah satu novel horor karya King.

Ternyata, saya salah duga. Buku ini sama sekali bukan buku fiksi, melainkan sebuah buku tentang pelajaran menulis.

Continue reading

Posted in review | Tagged , | 1 Comment