Malam Satu Suro

Beberapa malam yang lalu suami saya nonton Malam Satu Suro yang dibintangi Suzanna. Spontan saya bergidik dan memilih untuk menjaga Kiara saja daripada tidak bisa tidur. Tetapi, rasa penasaran justru membuat saya akhirnya ngintip-ngintip film tersebut. Apalagi ada yang bilang kalau film ini tidak menakutkan. Lucu, malah.

Continue reading

Posted in review | 7 Comments

Mengungkap Rahasia Sunyi

Rahasia Sunyi
Penulis: Brahmanto Anindito
Jenis: Novel thriller
Tebal: 372 halaman
Penerbit: GagasMedia

Sudah bukan berita baru kalau emas disebut-sebut sebagai salah satu bentuk investasi yang selalu bisa diandalkan. Namun dulunya, saya menganggap emas yang dimaksud adalah emas perhiasan, seperti kalung, gelang, cincin dan sebagainya. Jadi, kita bisa berinvestasi sekaligus mengenakannya sebagai penghias tubuh. Sekarang, baru saya paham kalau emas yang bagus untuk investasi justru emas batangan, emas yang kurang indah secara penampilan, namun murni tak bercampur logam-logam lainnya.

Continue reading

Posted in review | Tagged | 4 Comments

Kiara Hanifa Anindya

tanah subur di musim hujan
tanah gersang di musim kemarau
tanah selalu berubah mengikuti musim

tapi benih kiara terus tumbuh di dalamnya
kelak ia akan menjadi pohon yang kokoh
dengan dahan menjulurkan sarat ranting dan daun

untuk Kiara Hanifa Anindya
bidadari kecil yang menemani berlayar

foto diambil pada Sabtu, 27 Oktober 2012
kira-kira enam jam setelah Kiara lahir

Posted in poem | 2 Comments

Buku-buku yang Berserakan di Pameran Buku

Di Bandung, dalam satu tahun pasti ada pameran buku. Lokasinya di Braga Landmark. Meski lebih dari 20 tahun tinggal di Bandung, cuma sekali saya ke acara itu. Saya rada males ke pameran. Kalau mau beli buku dengan harga murah, lebih baik ke Palasari atau Togamas.

Tapi, karena ada teman yang antusias banget ingin ke pameran tersebut, ditambah saya juga ingin tahu seperti apa gerangan pameran itu, akhirnya pada pameran buku Bandung Agustus 2010 kami ke sana. Benar dugaan saya, Braga Landmark penuh sekali. Kami ke sana sekitar pukul 10 pagi. Semakin siang, semakin banyak pengunjung yang datang. Apalagi itu hari Minggu. Hujan deras pula di luar.

Continue reading

Posted in thoughts | Tagged | 2 Comments

Menyusun Ucapan Lebaran

Membaca ucapan-ucapan lebaran. Saya jadi ingat zaman SMP dulu. Ketika saya dan teman-teman saling bertukar kartu lebaran bergambar lucu. Benar-benar saling bertukar, karena kami memberikannya secara langsung, tanpa melalui pos. Di kartu itu sebetulnya sudah ada kata-kata yang juga lucu. Namun tidak jarang kami menambahkan sedikit basa-basi atau humor yang ditulis menggunakan spidol atau bolpoin warna-warni.

Zaman SMA, masih ada tradisi tuker-tukeran kartu lebaran, tapi tidak banyak. Dan karena beberapa teman berdomisili di lain kota, ada juga yang mengirim via pos. Di zaman ini, kami sudah sedikit dewasa. Malah kartu yang dipilih pun lebih banyak yang bergambar serius. Dalam hal ini misalnya lukisan masjid atau gambar ketupat. Pilihan ucapannya pun bukan lagi semata basa-basi atau guyonan, tapi juga puisi.

Continue reading

Posted in thoughts | Tagged , | 4 Comments