Mengenal Anarkisme

“Anarkisme dan Esai-esai Lain”

Penulis: Emma Goldman

Jenis buku: Nonfiksi (politik)

Tebal: 228 halaman

Penerbit: Indoliterasi

Pasca unjuk rasa besar-besaran pada Agustus 2025 lalu, kata anarkisme (juga anarki dan anarkis) jadi banyak digunakan. Semuanya mengacu pada tindakan yang mengakibatkan kekacauan dan kekerasan.

Tidak cuma itu. Buku berjudul Anarkisme dan Esai-esai Lain karya Emma Goldman juga banyak disebut-sebut saat aparat menyita buku-buku milik para aktivis yang ditangkap dan ditahan. Diduga, buku ini berisi hasutan untuk bertindak anarkis.

Saya pun dulu kalau mendengar kata “anarki” pasti mikirnya kerusuhan dan makar. Tapi, apa iya anarki seperti itu?

Continue reading

Demokrasi Mati Jika…

“Bagaimana Demokrasi Mati”

Penulis: Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt

Jenis: Nonfiksi (Politik)

Jumlah Halaman: 288 halaman

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Buku-buku tentang politik jadi minat saya selama beberapa bulan belakangan ini. Fiksi maupun nonfiksi. Mulanya memang saya enggan bersentuhan dengan politik. Terasa berat. Sebab yang saya tahu, politik itu berhubungan dengan negara. Persisnya, bagaimana pemerintah mengatur rakyatnya, bagaimana sebuah negara menciptakan hubungan diplomatik dengan negara lain, atau bagaimana perang antar negara bisa terjadi.

Saya lebih tertarik ke mikropolitik. Namun, tidak ada salahnya, kan, meng-upgrade pikiran saya dengan hal-hal tentang politik makro?

Continue reading

Tenggelam dalam Laut Bercerita

“Laut Bercerita”

Penulis: Leila S. Chudori

Jenis: Novel

Tebal: 379 halaman

Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia

Laut Bercerita adalah novel tentang Biru Laut, seorang aktivis pada masa Orde Baru yang hidup di bawah bayang-bayang pengawasan negara. Bersama kawan-kawannya—mahasiswa dan seniman di Yogyakarta—ia menjalani kehidupan yang selalu menuntut kewaspadaan: berpindah tempat, membangun basecamp yang jauh dari pantauan aparat, serta menyusun rencana aksi dengan penuh kehati-hatian. Cerita ini menunjukkan bahwa aktivisme tidak harus berarti turun ke jalan, tetapi juga bekerja dalam kesunyian dan sarat risiko.

Komunitas yang diikuti Laut dan teman-temannya yakni Winatra dan Wirasena, perlahan menjadi sasaran penindakan. Negara hadir bukan melalui dialog, melainkan lewat mekanisme penangkapan, interogasi, dan kekerasan yang bertujuan memutus keberanian sekaligus ingatan. Ini seolah-olah menunjukkan bahwa hidup sewaktu-waktu dapat diambil alih oleh kekuasaan yang tak terlihat wajahnya.

Continue reading

Bahagianya Hidup Minimalis

“Seni Hidup Minimalis”
Pengarang: Francine Jay
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2018)
Tebal: 260 hlm

Satu lagi buku tentang hidup minimalis yang saya baca. Terbitnya sudah lama, tapi baru saya baca sekarang, hehe. Seni Hidup Minimalis. Buku ini memuat cara memulai hidup minimalis. Cocok bagi mereka yang baru mengenal apa itu hidup minimalis dan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menjadi seorang minimalis.

Continue reading

Selamat Datang di Kelas Akselerasi!

  • Judul: 19 Letters: Beautiful Flower
  • Pengarang: Dinda Unaroma
  • Genre: Drama
  • Penerbit: 19 Books Publishing
  • Tebal: 418 halaman

Tidak banyak sekolah di Indonesia yang memiliki program akselerasi atau percepatan. Mungkin karena itu tidak banyak (atau bahkan tidak ada) cerita fiksi yang mengangkat cerita tentang program tersebut. Saya sendiri tidak tahu bagaimana, sih, kelas percepatan itu. Namun melalui novel karya Dinda Unaroma, 19 Letters: Beautiful Flower, rasa penasaran saya pun terjawab. Continue reading