Category Archives: poem

Minggu Membeku

Matahari masih saja berbaring di balik awan yang tak mau mencairkan hujan sementara lampu-lampu taman mematung di atas tiang dalam belenggu sarang kaca kehabisan cahaya setelah semalaman berkobar melawan gelap Rumput-rumput kaku menyangga bunga-bunga mekar yang mengabadikan warna mereka dalam … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment

Puisi Bulan

Malam gelap Angkasa senyap Bulan meminta cahaya pada matahari Saat yang tepat untuk menulis puisi Bulan adalah pujangga Puisi-puisinya dia simpan dalam gugusan bintang Diunduh majalah-majalah dan koran-koran Ramalan tentang cinta dan peruntungan setiap pekan

Posted in poem | Leave a comment

Mungkin, Sudah Waktunya dan Seharusnya

Mungkin, sudah waktunya dan seharusnya, aku berhenti mengenalmu sebagai batu kecil yang tak dapat ditaklukkan hujan. Namun, apakah yang sudah mengubahmu jadi tanah liat? Tangan siapakah yang kaulekati hingga kau tunduk pada jemarinya yang membuat lekuk-lekuk pada permukaanmu?

Posted in poem | Leave a comment

Ketika Sajak Jadi Awan dan Cerita adalah Hujan

Adalah air mata yang menguap di atas tungku yang menyala-nyalaMenempuh perjalanan udara menuju biru muliaBerarak tanya mencari jawabLalu turun kepada bumi yang kehabisan lembap

Posted in poem | Leave a comment

Belajar dari Puisi

Melalui puisi, aku belajar menundukkan kepalamembiarkan suaraku ditelan kertasdan menempuh jalan menuju semesta yang jauhdi mana diksi-diksi bersemayam bersama imaji Melalui puisi, aku ingin menjadi abadimenyamarkan sejati dalam bait-bait kiasanseperti sesendok kecil gula yang bersembunyi dalam secangkir kopiyang menyentuh lidahmu … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment