Category Archives: poem

Berbisik pada Dahlia

Biarkan aku berbisik pada dahliaMenyembunyikan rahasiaku pada lapisan-lapisan mahkotanyaMumpung angin tak bertiup dan kumbang-kumbang belum datang Hanya ada aku dan dahlia di kebun iniMenari-nari menanggapi kata-katakuMembuat hatiku turut berbunga dahliadan akan menjadi dahlia meski kau mengatakan aku adalah lili

Posted in poem | Leave a comment

Inginku

Inginku adalah menjadi telaga yang menampung hujan, menjadikannya kaca, cermin bagi matahari, pelangi, bulan dan bintang. Tapi jika aku harus menjadi sungai yang mengalirkan hujan ke samudra, tak apa. Paling tidak, sekali dalam hidupku, aku pernah merasakan rintik hujan yang … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment

Sabit Emas

Ke mana saja bulan semalam? Pulang-pulang waktu subuh saat azan berkumandang Bibirnya menyunggingkan senyum tanpa sungkan Dan matahari tetap saja mengulurkan sayang Diteranginya bulan dengan cahaya yang cemerlang Meski sebagian rupa bulan sudah hilang

Posted in poem | Leave a comment

Pelangi

Matahariku sayang,Kau tak perlu menciptakan pelangi untuk bisa memeluk hujanSebab hujan sudah dipeluk angin dan rasa dingin sudah menjadi bagian dari derainyaTak perlulah kau berangan bahwa kau dan hujan ditakdirkan bersamaSenja sudah menggelar karpet jingga untukmu menghempas bara Kalau kau … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment

Wasiat

Kau tahu, kenapa aku punya halaman yang luas? Supaya kau tak perlu repot-repot mencari makam untuk mengubur jasadkuGalilah tanah di bawah pohon kamboja yang telah kutanam sejak lamaBiarkan lembar-lembar mahkotanya berjatuhan dan berserakan di atas pusarakuagar kau tak mesti repot-repot … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment