Category Archives: poem
Cukup Menjadi Sajak
Jika suatu petang kau mendapatiku datang ke pantai,tak berarti aku ingin mengabiskan malam dengan menangkap ikandan mengambil mutiara dari dalam laut.Cukuplah bagiku melihat permukaan laut berkilau karena cahaya bulan. Begitu juga jika suatu saat kau melihatku datang ke sebuah taman,tak … Continue reading
alasan
angin sepoi-sepoi tak berarti lemahia menjaga daun agar tak lepas dari tangkainya sungai yang mericik tak harus patuh pada air terjuntetapi mungkin berbelok ke arah lain dan awan mendung sengaja menimbun hujanagar tak menjadi genangan yang memenuhi jalan
Tanduk Kemangi
Tanduk-tanduk kemangiMerekahkan bunga-bunga putihBerdansa bersama anginMenebar tawa yang semerbakLalu menjadi pusaranYang menarik lebah-lebah
Kemarau di Kebunku
Tak ada benih untuk ditanamDi dalam pot hanya ada sisa-sisa tangkai bayam brazil, kemangi, dan singkongyang tumbuh dalam ancaman layuPitaya, adenium, melati, dan sansevieria,semoga mereka mampu bertahan hingga musim berikutnya Keluarga kepik mungkin sudah kembali ke kampung halaman merekaNegeri Senja … Continue reading
Ngecrek
Kalo ujan turun nggak henti-henti,aku khawatir jalan bakal banjir,jemuran nggak kering dan aku kehabisan pakaian.Belum lagi atap bocor di sana-sini,bunga-bunga rontok dari tangkainya,dan sumur meluap. Nggak ada yang lebih menyenangkandari langit yang cerah,dengan matahari yang bersinar hangat.Hatiku damai dan tenang.Kayak … Continue reading

