Category Archives: poem

Tanduk Kemangi

Tanduk-tanduk kemangiMerekahkan bunga-bunga putihBerdansa bersama anginMenebar tawa yang semerbakLalu menjadi pusaranYang menarik lebah-lebah

Posted in poem | Leave a comment

Kemarau di Kebunku

Tak ada benih untuk ditanamDi dalam pot hanya ada sisa-sisa tangkai bayam brazil, kemangi, dan singkongyang tumbuh dalam ancaman layuPitaya, adenium, melati, dan sansevieria,semoga mereka mampu bertahan hingga musim berikutnya Keluarga kepik mungkin sudah kembali ke kampung halaman merekaNegeri Senja … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment

Ngecrek

Kalo ujan turun nggak henti-henti,aku khawatir jalan bakal banjir,jemuran nggak kering dan aku kehabisan pakaian.Belum lagi atap bocor di sana-sini,bunga-bunga rontok dari tangkainya,dan sumur meluap. Nggak ada yang lebih menyenangkandari langit yang cerah,dengan matahari yang bersinar hangat.Hatiku damai dan tenang.Kayak … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment

Lapang

Di balik awan yang kelabu, ada langit biru dengan matahari yang terus membakar dirinya demi menyebarkan pelita pada semesta. Ketika gumpalan awan menghadang jalan hantarnya, hatimulah yang perlu kaulapangkan untuk bisa menampung rintik hujan yang melimpah. Kelak, kau akan menemukan … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment

seterang purnama

mimpiku seterang purnamamelipur sepi pada langit yang berjelagacahayanya menembus jendelasampai pada mimpimu juga

Posted in poem | Leave a comment