-
Archives
- November 2026
- October 2026
- September 2026
- August 2026
- July 2026
- June 2026
- May 2026
- April 2026
- March 2026
- February 2026
- January 2026
- December 2025
- November 2025
- August 2025
- July 2025
- June 2025
- May 2025
- April 2025
- March 2025
- February 2025
- January 2025
- December 2024
- November 2024
- October 2024
- September 2024
- August 2024
- July 2024
- June 2024
- May 2024
- April 2024
- March 2024
- February 2024
- January 2024
- December 2023
- November 2023
- October 2023
- July 2023
- October 2021
- June 2021
- March 2021
- February 2021
- August 2020
- July 2020
- March 2020
- October 2019
- February 2019
- February 2018
- October 2016
- August 2016
- January 2016
- October 2015
- August 2015
- July 2015
- December 2014
- October 2014
- July 2014
- March 2014
- September 2013
- July 2013
- January 2013
- November 2012
- September 2012
- August 2012
- July 2012
- June 2012
- March 2012
- January 2012
- December 2011
- November 2011
- October 2011
- September 2011
- August 2011
- July 2011
- May 2011
- April 2011
-
Meta
Category Archives: poem
Tanduk Kemangi
Tanduk-tanduk kemangiMerekahkan bunga-bunga putihBerdansa bersama anginMenebar tawa yang semerbakLalu menjadi pusaranYang menarik lebah-lebah
Posted in poem
Leave a comment
Kemarau di Kebunku
Tak ada benih untuk ditanamDi dalam pot hanya ada sisa-sisa tangkai bayam brazil, kemangi, dan singkongyang tumbuh dalam ancaman layuPitaya, adenium, melati, dan sansevieria,semoga mereka mampu bertahan hingga musim berikutnya Keluarga kepik mungkin sudah kembali ke kampung halaman merekaNegeri Senja … Continue reading
Posted in poem
Leave a comment
Ngecrek
Kalo ujan turun nggak henti-henti,aku khawatir jalan bakal banjir,jemuran nggak kering dan aku kehabisan pakaian.Belum lagi atap bocor di sana-sini,bunga-bunga rontok dari tangkainya,dan sumur meluap. Nggak ada yang lebih menyenangkandari langit yang cerah,dengan matahari yang bersinar hangat.Hatiku damai dan tenang.Kayak … Continue reading
Posted in poem
Leave a comment
Lapang
Di balik awan yang kelabu, ada langit biru dengan matahari yang terus membakar dirinya demi menyebarkan pelita pada semesta. Ketika gumpalan awan menghadang jalan hantarnya, hatimulah yang perlu kaulapangkan untuk bisa menampung rintik hujan yang melimpah. Kelak, kau akan menemukan … Continue reading
Posted in poem
Leave a comment
seterang purnama
mimpiku seterang purnamamelipur sepi pada langit yang berjelagacahayanya menembus jendelasampai pada mimpimu juga
Posted in poem
Leave a comment