Author Archives: Rie Yanti
Petuah Bijak Supir Angkot
Bepergian sehabis lebaran merupakan sebuah kegiatan yang sebisa mungkin saya hindari. Macet, kendaraan umum sesak penumpang dan tarifnya mahal. Namun untuk beberapa kasus, saya harus bepergian sehabis lebaran. Ini saya lakukan ketika masih di Cicalengka. Tujuannya tidak jauh-jauh amat: ke … Continue reading
Tiga Puisi Pendek
#1: Bintang Jatuh bintang ingin bertandang ke rumahmu tapi rumahmu kejauhan bintang kecapekan di jalan jadi ia jatuh di kamarku tidak mengapa besok kuantar bintang ke rumahmu
Rumput buat Papa
Papa suka rumput Tanpa rumput, papa cuma akan berbaring di kasur atau menonton televisi sampai matanya berkunang-kunang Papa sayang sekali pada rumput dan tidak suka kalau mereka gondrong Karena itu papa selalu memotong rumput sampai rapi seperti memotong rambut anak … Continue reading
DAR
Pada launching Salamatahari #2-nya Sundea, ada yang membawa balon. Kalau tidak salah, jumlahnya tiga. Warnanya saya lupa apa saja. Karena saya sendiri sebetulnya kurang memperhatikan keberadaan balon-balon itu. Tahu-tahu ketika sedang mengkhusyukki acara… DAR!!! Salah satu balon meletus!
Merawat Buku
Seorang teman meminjam buku koleksi saya. Dia minta pinjam buku terjemahan dari bahasa Prancis. Saya berikan Le Petit Prince. Ketika buku itu saya sodorkan, teman saya berkomentar, “Ini buku nggak pernah dibaca ya?” Saya tertawa. Sebaliknya, buku itu berkali-kali saya … Continue reading

