(Mengamati) James Bond dari Aktor ke Aktor

Selama beberapa minggu, saya dan suami nonton James Bond. Komplit, mulai dari yang diperankan Sean Connery, George Lazenby, Roger Moore, Timothy Dalton, Pierce Brosnan, dan yang terakhir Daniel Craig. Saya sebetulnya tidak suka film ini. Tapi ketika suami nonton film ini, saya malah ikutan nonton.

Saya dan suami punya keasyikkan tersendiri ketika menonton film ini. Film James Bond yang lawas, yang diperankan Connery dan Moore, mengandung adegan-adegan lucu. Ternyata dalam film-film lama ada beberapa adegan tidak penting yang ditampilkan. Misalnya ketika Bond harus berhadapan dengan pengikut musuhnya, muncul adegan si pengikut memamerkan kelihaian atau senjata andalannya. Jadi biarpun ini film action dan adegan perkelahiannya membuat saya cukup tegang, tetap saja ada beberapa adegan yang bikin saya ketawa.

Continue reading (Mengamati) James Bond dari Aktor ke Aktor

Pelajaran Menulis dari Stephen King

“On Writing”

Penulis: Stephen King

Jenis: Otobiografi

Tebal: 416 halaman

Penerbit: Qanita

 

Membaca novel-novel horor dan thriller selalu membuat saya merinding. Karena itu saya selalu menghindari buku-buku Stephen King, John Grisham, meski saya baca juga The Da Vinci Code dan Angels and Demons-nya Dan Brown (soalnya The Da Vinci Code meledak di pasaran dan bikin saya penasaran). Ketika menemukan buku On Writing ini pun saya tidak lantas tergerak untuk membacanya. Sudah pasti, dugaan saya, ini salah satu novel horor karya King.

Ternyata, saya salah duga. Buku ini sama sekali bukan buku fiksi, melainkan sebuah buku tentang pelajaran menulis.

Continue reading Pelajaran Menulis dari Stephen King

Petuah Bijak Supir Angkot

Bepergian sehabis lebaran merupakan sebuah kegiatan yang sebisa mungkin saya hindari. Macet, kendaraan umum sesak penumpang dan tarifnya mahal. Namun untuk beberapa kasus, saya harus bepergian sehabis lebaran. Ini saya lakukan ketika masih di Cicalengka. Tujuannya tidak jauh-jauh amat: ke Bandung. Namun ceritanya tentu lain dari hari-hari biasa ketika saya pergi ke Bandung untuk sekadar main.

Seperti pada habis lebaran tahun 2009. Saya pergi ke Bandung untuk menjenguk keponakan yang dirawat di sebuah rumah sakit di kawasan Kopo. Biasanya kalau ke sana untuk berobat, saya diantar pakai kendaraan pribadi. Sementara kali itu saya harus naik kendaraan umum. Sendirian pula. Masalahnya, saya tidak hafal kendaraan menuju ke sana. Continue reading Petuah Bijak Supir Angkot

Rumput buat Papa

Papa suka rumput
Tanpa rumput,
papa cuma akan berbaring di kasur
atau menonton televisi
sampai matanya berkunang-kunang

Papa sayang sekali pada rumput
dan tidak suka kalau mereka gondrong
Karena itu papa selalu memotong rumput
sampai rapi
seperti memotong rambut anak lelakinya

Sekarang papa tidak lagi bermain dengan rumput
Tidak juga berbaring di kasur
atau menonton televisi sampai matanya berkunang-kunang

Papa sekarang ada di langit
Saban pagi dan sore,
papa suka menyiram halaman rumah
sampai rumput tumbuh setinggi lutut

Papa tahu aku tidak suka rumput
Ia suka mengetuk-ngetuk kaca jendela kamar
dan berkata padaku,
“Cintailah rumput. Kelak, mereka akan memberi arti bagimu.”

Aku selalu heran,
kenapa papa selalu menyuruhku melakukan
sesuatu yang tidak aku suka?
Aku tidak suka rumput,
tapi papa malah menyuruhku mencintai mereka

Barangkali
karena aku tidak mengabulkan permintaannya,
papa marah
Papa tak pernah lagi menyiram tanah
Rumput pun tidak ada yang tumbuh
di pekarangan rumah

Aku kangen papa dan rumput
Kulihat rumput di rumah tetangga tumbuh subur
Kucabut beberapa jumput dan
kutanam mereka di dalam kepala
“Papa, aku menanam rumput di kepalaku,”
beritahuku pada papa

Papa tampaknya senang karena akhirnya
aku mencintai rumput
bahkan menanamnya di dalam kepala
Karena itu papa menyiram kepalaku
Mungkin supaya rumput di kepalaku tumbuh subur

Jika rumput di kepalaku tumbuh subur,
aku akan memberikannya buat papa
 

Hayooo... Mau apa?