Author Archives: Rie Yanti

About Rie Yanti

a wife, a mom, a writer

Kaca

Serpihan kaca yang berserak di atas tanahBerkilau ditempa pelitaSudutnya yang tajam membuatku waspadaKaca akan melukai jika ia terluka

Posted in poem | Leave a comment

memotret hujan

Berulang kali kucoba memotret hujan. Tapi hujan tak mau dipotret. Setiap kali melihat kameraku, ia panik. Hujan turun cepat-cepat, bersembunyi di pohon, masuk ke dalam tanah, mengalir di sungai hingga samudra. Aku tak mampu mengejarnya. Sering aku memanggil hujan, berharap … Continue reading

Posted in fiction | 1 Comment

Nol

Nol lahir tanpa ujung dan sudut. Tidak ada awal dan sulit menentukan di mana ia berakhir. Nol tidak menghadirkan perhentian maupun persinggahan. Nol adalah siklus, repetisi. Mungkin karena sifat repetitifnya itu, tidak ada lagi nilai yang bisa kita lihat. Pengulangan … Continue reading

Posted in thoughts | Tagged | Leave a comment

Membaca Buku Apa Saja

Belakangan ini saya lebih banyak menulis untuk orang lain. Karena selera dan kebutuhan orang tidak sama, saya pun harus menghadapi permintaan klien yang beda-beda. Ada yang minta dibuatkan memoar, buku fiksi, atau konten web untuk keperluan bisnisnya. Seringkali saya bingung … Continue reading

Posted in thoughts | Tagged , | Leave a comment

Tak Ada Hujan Hari Ini

Hari ini tidak ada hujanAwan tidak menangisi apa-apaJalanan gersangDebu melayangAngin bertiup hampaBunga layu, menyisakan kenangan akan keindahan Langkahmu berhentiMasih adakah yang akan kaumaknai?Sebab bumi menjadi sepiKetika kata-katamu menepi Penamu tak lagi alirkan aksaraBait-baitmu akan menjadi kekal Hujan akan datang lain … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment