Author Archives: Rie Yanti
Kaca
Serpihan kaca yang berserak di atas tanahBerkilau ditempa pelitaSudutnya yang tajam membuatku waspadaKaca akan melukai jika ia terluka
memotret hujan
Berulang kali kucoba memotret hujan. Tapi hujan tak mau dipotret. Setiap kali melihat kameraku, ia panik. Hujan turun cepat-cepat, bersembunyi di pohon, masuk ke dalam tanah, mengalir di sungai hingga samudra. Aku tak mampu mengejarnya. Sering aku memanggil hujan, berharap … Continue reading
Nol
Nol lahir tanpa ujung dan sudut. Tidak ada awal dan sulit menentukan di mana ia berakhir. Nol tidak menghadirkan perhentian maupun persinggahan. Nol adalah siklus, repetisi. Mungkin karena sifat repetitifnya itu, tidak ada lagi nilai yang bisa kita lihat. Pengulangan … Continue reading
Tak Ada Hujan Hari Ini
Hari ini tidak ada hujanAwan tidak menangisi apa-apaJalanan gersangDebu melayangAngin bertiup hampaBunga layu, menyisakan kenangan akan keindahan Langkahmu berhentiMasih adakah yang akan kaumaknai?Sebab bumi menjadi sepiKetika kata-katamu menepi Penamu tak lagi alirkan aksaraBait-baitmu akan menjadi kekal Hujan akan datang lain … Continue reading

