Author Archives: Rie Yanti
Cita-cita
Aku ingin menjadi pohon yang berakar kuat‘Kan kuserap air hujan yang meresap ke dalam tanahDan kubiarkan air itu mengalir ke sekujur batang sampai puncak,sampai pucuk,hingga aku bisa bertahan saat musim kemarau tiba Aku ingin menjadi pohon yang berdaun lebat‘Kan kunaungi … Continue reading
Bocah Hujan
Tak seperti bocah kebanyakan,hujan adalah anak yang mandiri.Setelah dilahirkan awan,ia tidak menangis ataupun minta menyusu.Tidak pula seperti burungyang harus belajar terbang dan diberi makan.
Produk Akulturasi
Tahun ini, tepatnya bulan kemarin, genap 12 tahun saya tinggal di Surabaya. Biasanya kalau pulang kampung ke Cicalengka, ada yang bertanya, “betah, nggak, di sana?” Saya tidak bisa jawab “ya” atau “tidak”. Karena, di mana pun saya tinggal, ada plus … Continue reading
Hai, Hujan!
Hai, Hujan! Mataku seketika merekah saat petrikor berbisik bahwa kau datang.Secepat rinaimu meninggalkan awan,aku pun bergegas meninggalkan ranjang.Hanya untuk melihatmu mengantar basah menembus tanah.Seperti jarum yang mengantar benang menembus kain yang membentang. Matahari belum juga melipat kelam.Sementara bulan teronggok pasrah … Continue reading
Memotret Hujan (2)
Aku tak pernah menyerah memotret hujan. Selalu kucari cara untuk bisa memiliki fotonya yang estetis. Kemarau panjang kadang menghantam tanpa ampun. Banyak bunga yang mati karena layu. Aku tak mau mati karena merindu. Tekadku sudah bulat. Sebelum musim hujan berakhir, … Continue reading

