Author Archives: Rie Yanti
Hujan Kala Senja
Hujan turun kala senjaMembenamkan matahari ke cakrawalaBiar langit tak terpanggang lama-lama Hujan turun kala senjaMerenggut purnama dari cahayaBiar binasa segala puja Hujan mendamba malamMerindu senyap dalam kelamKetika cuma ia yang bersuaraMenang segala kuasa Dan bintang-bintang disuruh memejamTak boleh jadi saksi … Continue reading
Cita-cita
Aku ingin menjadi pohon yang berakar kuat‘Kan kuserap air hujan yang meresap ke dalam tanahDan kubiarkan air itu mengalir ke sekujur batang sampai puncak,sampai pucuk,hingga aku bisa bertahan saat musim kemarau tiba Aku ingin menjadi pohon yang berdaun lebat‘Kan kunaungi … Continue reading
Bocah Hujan
Tak seperti bocah kebanyakan,hujan adalah anak yang mandiri.Setelah dilahirkan awan,ia tidak menangis ataupun minta menyusu.Tidak pula seperti burungyang harus belajar terbang dan diberi makan.
Produk Akulturasi
Tahun ini, tepatnya bulan kemarin, genap 12 tahun saya tinggal di Surabaya. Biasanya kalau pulang kampung ke Cicalengka, ada yang bertanya, “betah, nggak, di sana?” Saya tidak bisa jawab “ya” atau “tidak”. Karena, di mana pun saya tinggal, ada plus … Continue reading
Hai, Hujan!
Hai, Hujan! Mataku seketika merekah saat petrikor berbisik bahwa kau datang.Secepat rinaimu meninggalkan awan,aku pun bergegas meninggalkan ranjang.Hanya untuk melihatmu mengantar basah menembus tanah.Seperti jarum yang mengantar benang menembus kain yang membentang. Matahari belum juga melipat kelam.Sementara bulan teronggok pasrah … Continue reading

