Author Archives: Rie Yanti

About Rie Yanti

a wife, a mom, a writer

Kepik Oren dan Kepik Merah Jambu

Cerita tentang kepik oren yang tinggal di salah satu pot taneman bayem brazil ternyata masih berlanjut. Pagi ini waktu mau siram-siram taneman, aku tengok keluarga kepik oren itu. Ada kepik baru. Warna sayap luarnya lain dari yang kemarin. Bukan oren … Continue reading

Posted in diary | Tagged | Leave a comment

Keluarga Kepik Oren

Beberapa hari yang lalu, sore-sore, cuacanya bagus banget. Aku dan Akira ke kebun buat siram-siram taneman. Sekalian mangkas satu pot bayem Brazil yang nggak tumbuh sehat. Daunnya ijo kekuningan dan kecil-kecil. Kalo waktunya cukup, sih, mau sekalian diganti sama bibit … Continue reading

Posted in diary | Tagged | Leave a comment

Minggu Membeku

Matahari masih saja berbaring di balik awan yang tak mau mencairkan hujan sementara lampu-lampu taman mematung di atas tiang dalam belenggu sarang kaca kehabisan cahaya setelah semalaman berkobar melawan gelap Rumput-rumput kaku menyangga bunga-bunga mekar yang mengabadikan warna mereka dalam … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Robohnya Kemangi Kami (2)

Masih ingat taneman kemangi kami yang roboh? Kemarin, kemangi itu mati. Waktu dia ambruk itu, akarnya juga sebetulnya tercabut. Kupikir, kalo batangnya kutegakin lagi terus kusangga pake batu, masalah selesai. Kemangi itu bakal idup lagi kayak sediakala. Ternyata nggak! Daun-daunnya … Continue reading

Posted in diary | Tagged , | Leave a comment

Robohnya Kemangi Kami

Selama tiga hari berturut-turut, cuacanya nggak enak banget. Subuh-subuh udah ujan. Setelah reda, langit masih aja mendung. Lanjut ujan lagi. Mendung, ujan, mendung, ujan. Kayak gitu dari pagi sampe malem. Sebenernya, ada enaknya juga, sih. Mendung dan ujan pas puasa … Continue reading

Posted in diary | Tagged , , | Leave a comment