Author Archives: Rie Yanti

About Rie Yanti

a wife, a mom, a writer

Lebaran 2024

Bulan Ramadan taun ini, diawali dan diakhiri dengan mendung kelabu yang bikin kalumaaan banget. Awal puasa, cuacanya dingin. Bagusnya, nggak bikin haus dan gerah. Tapi, bikin tambah mager. Butuh usaha keras buat maksain ngerjain ini-itu. Pertengahan Ramadan, cuacanya variatif. Kadang … Continue reading

Posted in diary | Tagged | Leave a comment

Lapang

Di balik awan yang kelabu, ada langit biru dengan matahari yang terus membakar dirinya demi menyebarkan pelita pada semesta. Ketika gumpalan awan menghadang jalan hantarnya, hatimulah yang perlu kaulapangkan untuk bisa menampung rintik hujan yang melimpah. Kelak, kau akan menemukan … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Waktu Ujan Turun Ragu-ragu

Pada suatu hari, ujan turun ragu-ragu. Tanah jadi tetep kering karena nggak sempet nyerep lembap. Udara juga tetep panas. Ujan hari itu nggak ngasih dampak apa-apa terhadap semesta selain tanda tanya. Bunga-bunga juga kayaknya kecewa di-PHP-in. Di langit, awan mendung. … Continue reading

Posted in diary | Tagged , | Leave a comment

seterang purnama

mimpiku seterang purnamamelipur sepi pada langit yang berjelagacahayanya menembus jendelasampai pada mimpimu juga

Posted in poem | Leave a comment

Ketika Rasa dan Aroma Jalan Sendiri-sendiri

Gara-gara kompor nggak bisa nyala, terpaksa aku masak pake rice cooker. Masaknya dengan cara direbus atau dikukus. Nggak bisalah goreng-goreng atau tumis. Mau gimana lagi? Ini juga udah beruntung ada rice cooker multifungsi, hadiah pernikahan dari teman mertua saya. Suatu … Continue reading

Posted in diary | Tagged | Leave a comment