Author Archives: Rie Yanti
Kemarau di Kebunku
Tak ada benih untuk ditanamDi dalam pot hanya ada sisa-sisa tangkai bayam brazil, kemangi, dan singkongyang tumbuh dalam ancaman layuPitaya, adenium, melati, dan sansevieria,semoga mereka mampu bertahan hingga musim berikutnya Keluarga kepik mungkin sudah kembali ke kampung halaman merekaNegeri Senja … Continue reading
Ngecrek
Kalo ujan turun nggak henti-henti,aku khawatir jalan bakal banjir,jemuran nggak kering dan aku kehabisan pakaian.Belum lagi atap bocor di sana-sini,bunga-bunga rontok dari tangkainya,dan sumur meluap. Nggak ada yang lebih menyenangkandari langit yang cerah,dengan matahari yang bersinar hangat.Hatiku damai dan tenang.Kayak … Continue reading
Berbagi Lahan
Kalau aku amatin lagi rumpun bayem brazil di luar pager, ada keistimewaan yang dia kasih buat sesama tanaman ciptaan Tuhan. Kami emang niat mau ngisi kekosongan lahan di pinggir jalan biar nggak ditumbuhin ilalang. Sebenernya, dewasa ini ilalang nggak bisa … Continue reading
Serupa Dandelion
Ujan masih sering turun di Surabaya. Rencana buat ngerapiin bayem brazil di kebun di luar pager jadi urung terus. Padahal, bayem brazilnya udah pada gondrong dan banyak rumput yang bersaing nyempil di antara rumpun bayem brazil itu. Anak-anak sansevieria yang … Continue reading
Waktu Rumah Lagi Gelap
“Kalau di rumah lagi gelap, liat aja jendela.” Kira-kira kayak gitu pesan mama mertuaku, yang diceritain sama anaknya, alias paksu. Suatu malem, pernah listrik mati di rumah kami aja. Bener-bener nggak ada cahaya selain dari senter gawai atau lilin. Sempat … Continue reading

