Author Archives: Rie Yanti

About Rie Yanti

a wife, a mom, a writer

alasan

angin sepoi-sepoi tak berarti lemahia menjaga daun agar tak lepas dari tangkainya sungai yang mericik tak harus patuh pada air terjuntetapi mungkin berbelok ke arah lain dan awan mendung sengaja menimbun hujanagar tak menjadi genangan yang memenuhi jalan

Posted in poem | Leave a comment

Tanduk Kemangi

Tanduk-tanduk kemangiMerekahkan bunga-bunga putihBerdansa bersama anginMenebar tawa yang semerbakLalu menjadi pusaranYang menarik lebah-lebah

Posted in poem | Leave a comment

Kemarau di Kebunku

Tak ada benih untuk ditanamDi dalam pot hanya ada sisa-sisa tangkai bayam brazil, kemangi, dan singkongyang tumbuh dalam ancaman layuPitaya, adenium, melati, dan sansevieria,semoga mereka mampu bertahan hingga musim berikutnya Keluarga kepik mungkin sudah kembali ke kampung halaman merekaNegeri Senja … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Ngecrek

Kalo ujan turun nggak henti-henti,aku khawatir jalan bakal banjir,jemuran nggak kering dan aku kehabisan pakaian.Belum lagi atap bocor di sana-sini,bunga-bunga rontok dari tangkainya,dan sumur meluap. Nggak ada yang lebih menyenangkandari langit yang cerah,dengan matahari yang bersinar hangat.Hatiku damai dan tenang.Kayak … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Berbagi Lahan

Kalau aku amatin lagi rumpun bayem brazil di luar pager, ada keistimewaan yang dia kasih buat sesama tanaman ciptaan Tuhan. Kami emang niat mau ngisi kekosongan lahan di pinggir jalan biar nggak ditumbuhin ilalang. Sebenernya, dewasa ini ilalang nggak bisa … Continue reading

Posted in thoughts | Tagged | Leave a comment