Author Archives: Rie Yanti
gerimis
Kedamaian Adalah tidur ditemani hujan Merintik bagai serbuk yang menyentuh daun-daun dengan santun Angin menyapu bunyi hingga yang terdengar adalah sunyi Tak ada yang mesti ditakuti Semesta terlelap dalam gelap Di balik selimut merasakan aroma lembut Menyeruak dari tanah yang … Continue reading
Rumput-rumput Bandel
Rumput-rumput yang bandel,Sekarang musim kemarauMatahari terik memancarkan silauMembakar tanah hingga jadi abuTapi kenapa kalian masih berani menatap langit biru? Sekarang waktunya kalian tidur di dalam tanahJangan coba-coba memperlihatkan ubun-ubun kalian sampai musim hujan datangKalian sudah meneguk sisa hujan kemarin, bukan?Jangan … Continue reading
Cukup Menjadi Sajak
Jika suatu petang kau mendapatiku datang ke pantai,tak berarti aku ingin mengabiskan malam dengan menangkap ikandan mengambil mutiara dari dalam laut.Cukuplah bagiku melihat permukaan laut berkilau karena cahaya bulan. Begitu juga jika suatu saat kau melihatku datang ke sebuah taman,tak … Continue reading
alasan
angin sepoi-sepoi tak berarti lemahia menjaga daun agar tak lepas dari tangkainya sungai yang mericik tak harus patuh pada air terjuntetapi mungkin berbelok ke arah lain dan awan mendung sengaja menimbun hujanagar tak menjadi genangan yang memenuhi jalan
Tanduk Kemangi
Tanduk-tanduk kemangiMerekahkan bunga-bunga putihBerdansa bersama anginMenebar tawa yang semerbakLalu menjadi pusaranYang menarik lebah-lebah

