Author Archives: Rie Yanti
Sungai Berbusa
Sungai berbusa Ikan-ikan mati Begitulah kalau banyak bicara Kata-kata tak lagi berarti
Puisi dari Kebunmu
Seringkali, puisiku seperti awan di atas kebunmu Melayang, tak dapat kau raba Berlalu, tak dikejar Lenyap, tak dicari Tapi dalam kefanaannya, Awan adalah kanopi Meneduhi kebunmu Apalagi kalau ia sampai menurunkan hujan Kamboja, melati, kemangi, pucuk merah Mereka semua bersorak … Continue reading
Mencatat Semesta
Aku kerap heran,Saat aku berharap hujan,Matahari malah bersinar sepanjang siangBahkan ia masih mampu berpijar ketika langit akan dilingkupi malam Dan rumput-rumput liarMasih mampu tumbuh di sela bebatuanTingkap yang keras membuat mereka harus mencari jalan lainHingga aku bisa melihat tunas-tunas baru … Continue reading
Mencintai Bunga
Mencintai bunga adalah sebuah ujian tentang ketulusan Kau harus mencintainya dengan tulus Bukan karena warna atau wanginya Juga bukan karena namanya Tetapi karena ia adalah bagian dari kebunmu, dari benih yang kautanam, dari pohon yang menaungimu, dari buah yang kaulahap, … Continue reading
Kali
Besok, ketika matahari terbit, terbit juga rasa yang asing Kali ini telah menghanyutkan kembang sepatu yang kupetik sore tadi Mengantarnya ke tempat yang jauh dari pandangan dan tanganku Besok, kali ini masih akan memperdengarkan ricik yang sama Bersahut-sahutan dengan siulan … Continue reading

