Author Archives: Rie Yanti
Mencatat Semesta
Aku kerap heran,Saat aku berharap hujan,Matahari malah bersinar sepanjang siangBahkan ia masih mampu berpijar ketika langit akan dilingkupi malam Dan rumput-rumput liarMasih mampu tumbuh di sela bebatuanTingkap yang keras membuat mereka harus mencari jalan lainHingga aku bisa melihat tunas-tunas baru … Continue reading
Mencintai Bunga
Mencintai bunga adalah sebuah ujian tentang ketulusan Kau harus mencintainya dengan tulus Bukan karena warna atau wanginya Juga bukan karena namanya Tetapi karena ia adalah bagian dari kebunmu, dari benih yang kautanam, dari pohon yang menaungimu, dari buah yang kaulahap, … Continue reading
Kali
Besok, ketika matahari terbit, terbit juga rasa yang asing Kali ini telah menghanyutkan kembang sepatu yang kupetik sore tadi Mengantarnya ke tempat yang jauh dari pandangan dan tanganku Besok, kali ini masih akan memperdengarkan ricik yang sama Bersahut-sahutan dengan siulan … Continue reading
Aku Tahu, Matahari
Aku tahu, Matahari punya api Itulah kenapa ia jauh dari bumi Dan aku tahu, Matahari bukan milikku seorang Tapi juga milik semesta dan orang-orang Itulah kenapa aku memilih tinggal di rumah ini dan berkebun Bergelimang bunga dan daun Mereka membantuku … Continue reading
Burung-burung yang Terbang Menjauhi Senja
Kadangkala,ketika matahari tunduk pada malam yang memintanyauntuk terbenam di cakrawala,aku melihat sekelompok burung terbang menjauhi senja. Dan aku bertanya-tanya,apa alasan yang membuat mereka memilih menjauhi terangyang sesaat lagi padam?Kenapa mereka tak mengejar senja?Atau, menikmati lembayung, setidaknya? Burung-burung itu mungkin tak … Continue reading

