Author Archives: Rie Yanti

About Rie Yanti

a wife, a mom, a writer

Aku Tahu, Matahari

Aku tahu, Matahari punya api Itulah kenapa ia jauh dari bumi Dan aku tahu, Matahari bukan milikku seorang Tapi juga milik semesta dan orang-orang Itulah kenapa aku memilih tinggal di rumah ini dan berkebun Bergelimang bunga dan daun Mereka membantuku … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Burung-burung yang Terbang Menjauhi Senja

Kadangkala,ketika matahari tunduk pada malam yang memintanyauntuk terbenam di cakrawala,aku melihat sekelompok burung terbang menjauhi senja. Dan aku bertanya-tanya,apa alasan yang membuat mereka memilih menjauhi terangyang sesaat lagi padam?Kenapa mereka tak mengejar senja?Atau, menikmati lembayung, setidaknya? Burung-burung itu mungkin tak … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

gerimis

Kedamaian Adalah tidur ditemani hujan Merintik bagai serbuk yang menyentuh daun-daun dengan santun Angin menyapu bunyi hingga yang terdengar adalah sunyi Tak ada yang mesti ditakuti Semesta terlelap dalam gelap Di balik selimut merasakan aroma lembut Menyeruak dari tanah yang … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Rumput-rumput Bandel

Rumput-rumput yang bandel,Sekarang musim kemarauMatahari terik memancarkan silauMembakar tanah hingga jadi abuTapi kenapa kalian masih berani menatap langit biru? Sekarang waktunya kalian tidur di dalam tanahJangan coba-coba memperlihatkan ubun-ubun kalian sampai musim hujan datangKalian sudah meneguk sisa hujan kemarin, bukan?Jangan … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Cukup Menjadi Sajak

Jika suatu petang kau mendapatiku datang ke pantai,tak berarti aku ingin mengabiskan malam dengan menangkap ikandan mengambil mutiara dari dalam laut.Cukuplah bagiku melihat permukaan laut berkilau karena cahaya bulan. Begitu juga jika suatu saat kau melihatku datang ke sebuah taman,tak … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment