Author Archives: Rie Yanti

About Rie Yanti

a wife, a mom, a writer

Berbagi Lahan

Kalau aku amatin lagi rumpun bayem brazil di luar pager, ada keistimewaan yang dia kasih buat sesama tanaman ciptaan Tuhan. Kami emang niat mau ngisi kekosongan lahan di pinggir jalan biar nggak ditumbuhin ilalang. Sebenernya, dewasa ini ilalang nggak bisa … Continue reading →

Posted in thoughts | Tagged | Leave a comment

Serupa Dandelion

Ujan masih sering turun di Surabaya. Rencana buat ngerapiin bayem brazil di kebun di luar pager jadi urung terus. Padahal, bayem brazilnya udah pada gondrong dan banyak rumput yang bersaing nyempil di antara rumpun bayem brazil itu. Anak-anak sansevieria yang … Continue reading →

Posted in thoughts | Tagged , | Leave a comment

Waktu Rumah Lagi Gelap

“Kalau di rumah lagi gelap, liat aja jendela.” Kira-kira kayak gitu pesan mama mertuaku, yang diceritain sama anaknya, alias paksu. Suatu malem, pernah listrik mati di rumah kami aja. Bener-bener nggak ada cahaya selain dari senter gawai atau lilin. Sempat … Continue reading →

Posted in diary | Tagged | Leave a comment

Lebaran 2024

Bulan Ramadan taun ini, diawali dan diakhiri dengan mendung kelabu yang bikin kalumaaan banget. Awal puasa, cuacanya dingin. Bagusnya, nggak bikin haus dan gerah. Tapi, bikin tambah mager. Butuh usaha keras buat maksain ngerjain ini-itu. Pertengahan Ramadan, cuacanya variatif. Kadang … Continue reading →

Posted in diary | Tagged | Leave a comment

Lapang

Di balik awan yang kelabu, ada langit biru dengan matahari yang terus membakar dirinya demi menyebarkan pelita pada semesta. Ketika gumpalan awan menghadang jalan hantarnya, hatimulah yang perlu kaulapangkan untuk bisa menampung rintik hujan yang melimpah. Kelak, kau akan menemukan … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment