Author Archives: Rie Yanti

About Rie Yanti

a wife, a mom, a writer

Menyiram Rumput

Musim kemarau berlangsung lama banget. Kebunku hampir mati kekeringan. Kemangi nggak berbunga lagi, lebah-lebah keilangan tempat main, daun kangkung kecokelatan dan keriting. Gimana kabarnya jahe, kencur, dan kunyit di dalem tanah? Daun mereka layu. Setelah kugali… Ternyata mereka mengerut dan … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Hujan Hambar

Hujan pulang Tak bawa buah tangan Kopinya habis di perjalanan Donatnya ia lahap sampai kenyang Hujan berbaring di kebunku Terlelap tanpa peduli aku rindu Dalam tidurnya ia mengigau, “Aku lelah melewati kemarau.” Hujan kali ini terasa hambar Sejuknya cepat memudar … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Gunung

Aku mengagumi gunung Yang menjulang agung Memberi jalan mendaki bagi hutan dan sawah Untuk menuju langit Dalam kesendiriannya ia menyimpan bara yang bergejolak Kadang berasap dan menggetarkan bumi Apa yang menjadi pergulatannya adalah sebuah misteri Sampai suatu ketika ia tak … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Keajaiban di Kebun

Nanem-nanem pas musim kemarau gini kayak pekerjaan sia-sia. Biar semua taneman disiram dua kali sehari, tetep aja panas matahari bikin tanah cepet kering. Apa yang bisa diserap akar, coba? Kalopun ada air yang dia serap, sebentar kemudian udah menguap. Tapi … Continue reading

Posted in thoughts | Leave a comment

What If?

What if the rose you care for hurts you with its thorns? Will you still care for her, or will you turn your face to another flower? What if the rain you wait for falls in another place? Will you … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment