Author Archives: Rie Yanti

About Rie Yanti

a wife, a mom, a writer

Menjelang Tengah Bulan

Udah mau tengah bulan lagi. Perasaan baru kemarin liat bulan baru lahir. Sekarang, dia udah mau gede aja. Biarpun belum bulat sempurna, cahaya bulan malam ini cukup terang di angkasa malam. Bulan ngerti, sampe kapan pun dia nggak bakal bisa … Continue reading

Posted in diary | Leave a comment

Between Summer and Winter

Between summer and winter, the trees sway, Shedding red leaves, burnt after playing with fire. The sun begins to shine lazily, Rising late and setting early. The afternoon slips by, As if morning is greeted only by night. And the … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Kuharap Dandelion Tak Pernah Melupakanku

Aku berharap dandelion tak pernah melupakanku. Aku yang menunggu mereka berbunga dan berubah warna jadi kuning, menahan mereka supaya bergeming saat diajak angin untuk mengembara di udara. Tapi perpisahan itu datang juga. Waktuku bersama mereka telah usai. Dan angin melepaskan … Continue reading

Posted in thoughts | Leave a comment

The Real Sadness

Dear rose, every flower in this world has its own beauty, and butterflies have their reasons to love you or not. If one day you lose the butterfly you love simply because you have thorns and he thinks it will … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Sepucuk Surat untuk Matahari Pagi

Selamat pagi, matahari pagi tersayang, yang malu-malu menemui bumi dari celah bukit. Sepertinya dunia akan sama seperti kemarin. Bunga-bunga mekar dan layu, ulat-ulat bermetamorfosa dan hijrah, semut-semut berbaris dan saling mengendus satu sama lain. Terima kasih untuk tadi malam, untuk … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment