Author Archives: Rie Yanti
The Real Sadness
Dear rose, every flower in this world has its own beauty, and butterflies have their reasons to love you or not. If one day you lose the butterfly you love simply because you have thorns and he thinks it will … Continue reading
Sepucuk Surat untuk Matahari Pagi
Selamat pagi, matahari pagi tersayang, yang malu-malu menemui bumi dari celah bukit. Sepertinya dunia akan sama seperti kemarin. Bunga-bunga mekar dan layu, ulat-ulat bermetamorfosa dan hijrah, semut-semut berbaris dan saling mengendus satu sama lain. Terima kasih untuk tadi malam, untuk … Continue reading
Menyiram Rumput
Musim kemarau berlangsung lama banget. Kebunku hampir mati kekeringan. Kemangi nggak berbunga lagi, lebah-lebah keilangan tempat main, daun kangkung kecokelatan dan keriting. Gimana kabarnya jahe, kencur, dan kunyit di dalem tanah? Daun mereka layu. Setelah kugali… Ternyata mereka mengerut dan … Continue reading
Hujan Hambar
Hujan pulang Tak bawa buah tangan Kopinya habis di perjalanan Donatnya ia lahap sampai kenyang Hujan berbaring di kebunku Terlelap tanpa peduli aku rindu Dalam tidurnya ia mengigau, “Aku lelah melewati kemarau.” Hujan kali ini terasa hambar Sejuknya cepat memudar … Continue reading
Gunung
Aku mengagumi gunung Yang menjulang agung Memberi jalan mendaki bagi hutan dan sawah Untuk menuju langit Dalam kesendiriannya ia menyimpan bara yang bergejolak Kadang berasap dan menggetarkan bumi Apa yang menjadi pergulatannya adalah sebuah misteri Sampai suatu ketika ia tak … Continue reading

