Ilalang

Di balik amukku pada ilalang,
Yang membuat tanganku hendak mencabut akarnya,
Terbersit pertanyaan,
Siapa yang sesungguhnya mengusik?
Aku tak pernah menginjak tanah kelahirannya
Dan ia tak pernah berjalan menghampiriku

Adalah belalang yang mencabik-cabik daunnya
Yang lantas melompat ke tangan dan kepalaku
Dan ularlah yang menumpang lewat dengan sisiknya
Yang desisnya menjadi isyarat bahaya

Ingatkan aku,
Bukankah hijau itu menenangkan mata?
Dan tatkala ilalang mengikuti lintas angin,
Tanyakan aku,
Tidakkah aku juga ingin ikut menari?

Kali lain jika aku hendak mencabut ilalang,
Katakan,
Bahwa aku adalah seorang manusia
Yang kerap termakan rasa takut

Posted in poem | Leave a comment

Gelap

Tidurlah, Anakku
Dalam kegelapan kamar
Tak usah takut pada suara-suara di luar
Jangkrik sedang merayu bulan
Yang tak mau berpisah dari malam
Gerimis sekadar mengingatkan
Bahwa langit mencintai tanah

Gelap tak berarti berakhir
Koin dalam celenganmu
Punya dua sisi yang berbeda
Gelap adalah salah satu sisi
Terang adalah sisi satunya
Dua sisi dalam satu tubuh dan jiwa
Tak bisa saling meninggalkan
Atau koin itu tak berarti apa-apa

Semakin banyak koin yang kamu simpan
Semakin kamu berlimpah
Bukan karena nilai
Tetapi karena banyaknya dua sisi yang kamu alami

Posted in poem | Leave a comment

Today, I Feel Great

I feel pretty
In a dress of newly blossomed flowers and leaves of green, yellow, and brown
Wearing shoes of intertwined grass
My face glows with a touch of honey
And a cluster of jasmine extends its branches to deliver a scent that gently touches my skin
Spreading through my loose hair until the butterflies pull each strand to dance with them

I feel healthy
The sky showers me with rain, rainbows, sunlight, moonbeam, and starlight
The trees never forget to breathe fresh air and indulge my eyes with green leaves
Making me more agile in dancing on the ground and wet grass
Or floating with the strands of dandelion blown by the wind

I feel smart
By placing the words spoken by the grass onto paper
The stories spread like potatoes underground
And grow into trees useful for birds

I feel young and free
The sprouts slow down my aging
This land stretches out like an endless sky
And my feet run lightly, chasing the wind that never reveals itself

I feel happy
Sensing the joy of bees playing around the basil plants
And the earthworms wriggling here and there
Sometimes crawling on my feet
And I laugh, tickled
Such a touch makes me addicted

I feel rich
With everything growing in my garden
I don’t need to travel around the world anymore
I can party day and night with the endless harvest

And I feel grateful
For being born and growing up
Experiencing the universe, love, heartbreak
I am grateful for what I own and what I don’t
For laughter and tears
For victory and defeat
For heat and rain
For health and sickness
For having beauty and ugliness

I feel great
For being myself

Posted in poem | Leave a comment

Sungai Berbusa

Sungai berbusa
Ikan-ikan mati
Begitulah kalau banyak bicara
Kata-kata tak lagi berarti

Posted in poem | Leave a comment

Puisi dari Kebunmu

Seringkali, puisiku seperti awan di atas kebunmu
Melayang, tak dapat kau raba
Berlalu, tak dikejar
Lenyap, tak dicari
Tapi dalam kefanaannya,
Awan adalah kanopi
Meneduhi kebunmu
Apalagi kalau ia sampai menurunkan hujan
Kamboja, melati, kemangi, pucuk merah
Mereka semua bersorak saat hujan membasuh mereka dari debu

Tidakkah kamu jatuh cinta pada puisiku?
Yang kata-katanya mengisi sungai dan telaga
Mengobati tanah yang terluka sebab kemarau
Menjadi lagu Nina Bobo saat tak ada sapuan tangan halus yang membelai rambutmu

Selagi kau membaca puisiku satu per satu
Aku kembali menjelajahi kebunmu
Dari sanalah aku mengisi lembar-lembar buku harianku
Bercerita tentang rumput yang kaubiarkan menjadi semak
Pagar berbunga yang kaulewati begitu saja saat kaupergi dan pulang
Belalang yang menggerogoti daun-daun mangga
Atau ulat tanah yang nyaman berbaring di bawah serasah

Semoga setelah membaca puisiku, kau menyadari
Rumput tetangga tak pernah lebih hijau dari rumput di kebunmu

Posted in poem | Leave a comment