Ilalang

Di balik amukku pada ilalang,
Yang membuat tanganku hendak mencabut akarnya,
Terbersit pertanyaan,
Siapa yang sesungguhnya mengusik?
Aku tak pernah menginjak tanah kelahirannya
Dan ia tak pernah berjalan menghampiriku

Adalah belalang yang mencabik-cabik daunnya
Yang lantas melompat ke tangan dan kepalaku
Dan ularlah yang menumpang lewat dengan sisiknya
Yang desisnya menjadi isyarat bahaya

Ingatkan aku,
Bukankah hijau itu menenangkan mata?
Dan tatkala ilalang mengikuti lintas angin,
Tanyakan aku,
Tidakkah aku juga ingin ikut menari?

Kali lain jika aku hendak mencabut ilalang,
Katakan,
Bahwa aku adalah seorang manusia
Yang kerap termakan rasa takut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.