Author Archives: Rie Yanti

About Rie Yanti

a wife, a mom, a writer

Thinwall, Wadah Plastik yang Ringkih

Di setiap rumah, pasti ada wadah plastik kayak gini. Thinwall. Di rumah saya juga banyak. Plastiknya yang tipis bikin enteng dibawa ke mana-mana. Harganya yang murah bikin nggak hariwang kalau hilang. Kadang kalau ngasih makanan ke orang lain juga bisa … Continue reading

Posted in thoughts | Tagged | Leave a comment

Pelangi

Matahariku sayang,Kau tak perlu menciptakan pelangi untuk bisa memeluk hujanSebab hujan sudah dipeluk angin dan rasa dingin sudah menjadi bagian dari derainyaTak perlulah kau berangan bahwa kau dan hujan ditakdirkan bersamaSenja sudah menggelar karpet jingga untukmu menghempas bara Kalau kau … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Umbi yang Terabaikan

Sejak awal berkebun, kami nanem singkong. Dengan keterbatasan lahan dan wawasan tentang pertanian, kami pikir nanem singkong semudah nanem bayam brazil. Tinggal tancepin batangnya ke tanah, rutin disiram dan dibiarin kena matahari, tunggu waktu panen, udah. Tanaman singkong kami tumbuh … Continue reading

Posted in diary | Tagged , | Leave a comment

Wasiat

Kau tahu, kenapa aku punya halaman yang luas? Supaya kau tak perlu repot-repot mencari makam untuk mengubur jasadkuGalilah tanah di bawah pohon kamboja yang telah kutanam sejak lamaBiarkan lembar-lembar mahkotanya berjatuhan dan berserakan di atas pusarakuagar kau tak mesti repot-repot … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Bulan Baru

Bulan habis bertandang ke rumah senjaParasnya berkilau seperti kencanaMeski wujudnya bukan purnamaMalam ini, bulan jadi primadona Tapi badannya bau matahariBulan tak bisa mandiDia juga belum sikat gigiAwan-awan kering sebab hujan diserap pelangi

Posted in poem | Leave a comment