Author Archives: Rie Yanti

About Rie Yanti

a wife, a mom, a writer

Inginku

Inginku adalah menjadi telaga yang menampung hujan, menjadikannya kaca, cermin bagi matahari, pelangi, bulan dan bintang. Tapi jika aku harus menjadi sungai yang mengalirkan hujan ke samudra, tak apa. Paling tidak, sekali dalam hidupku, aku pernah merasakan rintik hujan yang … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Sabit Emas

Ke mana saja bulan semalam? Pulang-pulang waktu subuh saat azan berkumandang Bibirnya menyunggingkan senyum tanpa sungkan Dan matahari tetap saja mengulurkan sayang Diteranginya bulan dengan cahaya yang cemerlang Meski sebagian rupa bulan sudah hilang

Posted in poem | Leave a comment

Hujan Bermain dengan Tanah

Hujan itu lucu. Kadang, ia memperlihatkan dirinya dengan cara yang berbeda. Hujan menyapa tak selalu dengan menyentuh rambutmu, meski ia berasal dari langit. Tadi siang hujan berhamburan dari awan menuju bumi. Seperti anak-anak ketika bubar sekolah dan menyerbu mama-mamanya yang … Continue reading

Posted in fiction | Tagged | Leave a comment

Thinwall, Wadah Plastik yang Ringkih

Di setiap rumah, pasti ada wadah plastik kayak gini. Thinwall. Di rumah saya juga banyak. Plastiknya yang tipis bikin enteng dibawa ke mana-mana. Harganya yang murah bikin nggak hariwang kalau hilang. Kadang kalau ngasih makanan ke orang lain juga bisa … Continue reading

Posted in thoughts | Tagged | Leave a comment

Pelangi

Matahariku sayang,Kau tak perlu menciptakan pelangi untuk bisa memeluk hujanSebab hujan sudah dipeluk angin dan rasa dingin sudah menjadi bagian dari derainyaTak perlulah kau berangan bahwa kau dan hujan ditakdirkan bersamaSenja sudah menggelar karpet jingga untukmu menghempas bara Kalau kau … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment