Author Archives: Rie Yanti

About Rie Yanti

a wife, a mom, a writer

Selisih

Semalam angin bertengkar dengan hujan bulan ketakutan sembunyi di balik awan Pagi datang kabut bertahan di atas jalan menyembunyikan pohon-pohon tumbang, merebah pasrah di atas kubangan Matahari menolak siang Burung-burung enggan terbang Tanah menampik gersang Dalam remang petang Sebuah doa … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Sepiring Malam

Sepiring malamBertabur bintangBerhiaskan bulanKaulahap sampai kenyangSampai habis gulitaJadi terangBergumpal-gumpal awankau sapukan ke bibirmuMenghapus sisa jelaga jadi biru Tak pernah kau peduliMatahari merangkak menuju pasarBelanja dengan gusarSebab harga-harga melambungMembawa nyalanya sampai redup Tapi tak urungDi cakrawala,dengan sisa pelita yang nyaris padamia … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Hujan Tak Mesti Datang Tepat Waktu

Tak mesti hujan datang tepat waktuKadang ia menyalahi kesepakatannyadengan tanahMenjadikannya tandusdan terbelahKadang ia mengingkari janjinyapada bunga-bungaMembuatnya layu dan gugur Tak ada yang tahu apa yang terjadi di dalam awanTak ada yang mengerti susah payahnyamengumpulkan hujanTak ada yang paham beratnyamemikul mendungDan … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Padang Aksara

Aku ingin berlari di pekarangan yang ditumbuhi huruf-huruf dari benih yang kautebar Huruf-huruf yang tumbuh menentang kemarau Seperti rumput liar yang menolak layu Dan di antara huruf-huruf itu aku duduk, membaca cerita dalam tiap helai daunnya Melupakan kendaraan yang lalu … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Hujan di Bulan

Hujan turun di bulan Tadi malam Petir berteriak lantang Mengoyak awan Sementara di sini kerontang Menyentuh dedaunan Debu bermalam Dalam kemarau panjang

Posted in poem | Leave a comment