Author Archives: Rie Yanti
Padang Aksara
Aku ingin berlari di pekarangan yang ditumbuhi huruf-huruf dari benih yang kautebar Huruf-huruf yang tumbuh menentang kemarau Seperti rumput liar yang menolak layu Dan di antara huruf-huruf itu aku duduk, membaca cerita dalam tiap helai daunnya Melupakan kendaraan yang lalu … Continue reading
Hujan di Bulan
Hujan turun di bulan Tadi malam Petir berteriak lantang Mengoyak awan Sementara di sini kerontang Menyentuh dedaunan Debu bermalam Dalam kemarau panjang
Menjelang Tengah Bulan
Udah mau tengah bulan lagi. Perasaan baru kemarin liat bulan baru lahir. Sekarang, dia udah mau gede aja. Biarpun belum bulat sempurna, cahaya bulan malam ini cukup terang di angkasa malam. Bulan ngerti, sampe kapan pun dia nggak bakal bisa … Continue reading
Between Summer and Winter
Between summer and winter, the trees sway, Shedding red leaves, burnt after playing with fire. The sun begins to shine lazily, Rising late and setting early. The afternoon slips by, As if morning is greeted only by night. And the … Continue reading
Kuharap Dandelion Tak Pernah Melupakanku
Aku berharap dandelion tak pernah melupakanku. Aku yang menunggu mereka berbunga dan berubah warna jadi kuning, menahan mereka supaya bergeming saat diajak angin untuk mengembara di udara. Tapi perpisahan itu datang juga. Waktuku bersama mereka telah usai. Dan angin melepaskan … Continue reading

