Merawat Buku

Seorang teman meminjam buku koleksi saya. Dia minta pinjam buku terjemahan dari bahasa Prancis. Saya berikan Le Petit Prince.

Ketika buku itu saya sodorkan, teman saya berkomentar, “Ini buku nggak pernah dibaca ya?”

Saya tertawa. Sebaliknya, buku itu berkali-kali saya baca. Buku favorit sih. Tapi kondisi bukunya yang sehat wal afiat dan tidak kurang satu apapun membuat teman saya beranggapan bahwa buku itu tidak pernah saya sentuh.

Saya memang lumayan apik dalam menyimpan sesuatu. Yah, kadang-kadang saya ceroboh juga sih. Tapi percaya deh, sebagian besar barang-barang saya disimpan dengan apik.

Continue reading

Keputusan Fung Lin

“Fung Lin, bagaimana kabarmu?” tanya saya melalui telepon.

“Aku sudah membaik sekarang.”

“Syukurlah. Bagaimana Rafi? Dia masih menghubungimu?”

“Iya dong. Dia janji akan mengajakku keluar minggu depan.”

“Janji? Kamu percaya dengan janji Rafi? Dia kan politikus. Janji-janjinya nggak bisa dipercaya.”

“Aku percaya dia kok,” tukas Fung Lin tanpa ragu.

“Ih, kok bisa sih?”

“Bagaimana lagi? Hanya itu yang bisa aku lakukan. Lagipula kamu tahu sendiri, aku sangat menginginkan Rafi dan ciuman di bawah hujan. Aku dan Rafi belum pernah melakukannya. Minggu depan itu, kalau kebetulan hujan turun, aku dan Rafi akan melakukannya.”

“Lho, bukankah Rafi sudah menciummu di bawah hujan?”

Continue reading

Sajak Bunga dan Hujan

I
Bunga yang masih kuncup juga mampu merasakan tetes hujan
Andaikan kelopak menutup, ia akan merasakan percikannya di dahan
Lalu saat hujan berhenti, ia akan mekar keesokan harinya
Sebab hujan berganti jadi matahari yang membangunkan semesta dari tidur nyenyak

II
Bunga yang sudah mekar pun selalu mendamba hujan
Ia selalu ingat saat masih kuncup dan percikan hujan yang pertama kali ia rasakan
Hujan yang kemudian mengalir ke seluruh bagian tanaman
Hujan yang menjadikannya bunga yang indah

Bertemu Sundea

Akhirnya saya bertemu lagi dengan cewek yang satu ini: Sundea. Sebelumnya, terakhir kami bertemu pertengahan 2010 lalu di launching Rona Kata. Setelah itu, ketemuan sebatas internet. Nah, Senin 14 November kemarin, saya dan Brahm berkunjung ke rumah Dea di sekitaran Setiabudi, Bandung. Kami ngobrol-ngobrol tentang penulisan, pastinya. Wawasan Dea tentang menulis banyak sekali. Maklumlah, dia kan sudah punya banyak pengalaman. Saat saya pertama kenal dia pun, Dea mengajari saya banyak hal tentang menulis.

Continue reading

Kisah Seekor Anjing Terlantar

“A Dog’s Life”

Penulis: Ann M. Martin

Jenis: Novel

Tebal: 215 halaman

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Bagaimana rasanya menjadi anjing terlantar? Simak kisah Squirrel, seekor anjing yang dilahirkan di sebuah gudang bersama kakaknya, Bone. Antara mereka dan manusia pemilik gudang terdapat jarak yang terbentang cukup panjang, jadi jangan pikir Squirrel beserta induknya dan Bone bisa mendapat makanan yang enak. Continue reading