Jendela

Aku suka duduk di balik jendela
Muslihat kacanya selalu menggoda
Apa yang ditayangkannya seolah dapat dijamah
Padahal, bau rumput tak dapat dicium dan sejuk gerimis tak dapat diraba

Namun jendela memberiku sepasang sayap
Untuk terbang menembus atap
Menuju kemustahilan yang sesungguhnya dapat kausentuh dengan ujung jarimu
Namun kau memilih lalu bersama fana yang diberikan waktu

Sedang aku memilih untuk melukis
Di permukaan embun yang dihembus gerimis
Tentang hujan dan matahari yang dijembatani pelangi
Yang mungkin kau sendiri tak pernah seberangi

Posted in poem | Leave a comment

Bulan Bersinar karena Matahari

Malam-malam biasanya bulan bernyanyi di jalanan
Bersama lampu-lampu jalan yang menggantung di tiang-tiang
Suaranya lembut, bikin hujan mengantuk dan pulang ke awan

Bulan juga kerap bertandang ke kebun
Jalannya berjingkat-jingkat, jarinya membelai daun-daun
Cahayanya mengejutkan tikus-tikus yang hendak mencuri
butir-butir tomat dan lembar-lembar sawi

Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Gerimis

Gerimis pagi ini. Matahari kedinginan. Selimutnya basah. Cahayanya masuk kamarku dengan lemah. Semoga dia tidak sakit flu.

Aku juga pernah kehujanan. Mungkin sering. Dari gerimis sampai hujan deras. Yang aku suka, ya, gerimis. Tetesnya tidak menyakiti kepalaku. Gerimis itu seperti jari-jari anak kecil yang malu-malu mengambil biskuit cokelat di dalam stoples saat diajak mamanya bertamu ke rumah saudara.

Continue reading

Posted in thoughts | Tagged | Leave a comment

Malam ini, bulan bersinar terang …

… tapi kamu hanyut dalam buku
Berenang bersama huruf-huruf
Menyelami palung makna hidup
Padahal bulan minta dirayu

Sini, kita menulis puisi
Biar bulan tak merasa sendiri
Sesekali, jadilah pujangga
Jangan cuma jadi pembaca

Posted in poem | Leave a comment

ada kalanya

ada kalanya siang tak ingin melakukan apa-apa
dibiarkannya matahari terik
menyengat daun-daun hingga menjadi kuning
dan senja menjadi merah

oh, waktu!
jangan biarkan siang menjaga jarak dengan malam
apalagi, pagi tak memberi harapan
siang tak punya alasan untuk bertahan

semoga malam mengajari pagi untuk berbagi
seperti bulan yang berbagi pelita dengan bintang-bintang
hendaklah pagi juga berbagi awan dengan siang
biar siang tak lagi gelisah dalam terang

Posted in poem | Leave a comment