Pada daun yang terbaring di atas tanah,
tersirat kerinduan akan pohon yang telah ia besarkan,
dan akar yang memberinya hidup,
juga kuntum-kuntum sekar dan butir-butir buah yang pernah ia asuh dengan asih,
ulat yang hampir menggerogoti helainya,
dan burung yang meninggalkan kotoran di permukaannya.
Menanti daun itu pada binasa yang disebab api,
atau remuk tergerus sepasang sepatu,
hingga menjadi serbuk yang hujan leburkan dengan tanah.
Pada risalah yang terbakar
dan menjadi silalatu yang dihembus angin,
terpercik kerinduan akan kata-kata yang telah ia beri makna,
juga tinta yang menjadikannya bernyawa,
dan tafsir-tafsir tentang gulana yang menembus tingkap ilusi.
Berharap risalah itu pada ingatan untuk mengabadikan patinya,
menjadikannya kitab yang diselami sepanjang masa.



