Category Archives: poem
Lapang
Di balik awan yang kelabu, ada langit biru dengan matahari yang terus membakar dirinya demi menyebarkan pelita pada semesta. Ketika gumpalan awan menghadang jalan hantarnya, hatimulah yang perlu kaulapangkan untuk bisa menampung rintik hujan yang melimpah. Kelak, kau akan menemukan … Continue reading
seterang purnama
mimpiku seterang purnamamelipur sepi pada langit yang berjelagacahayanya menembus jendelasampai pada mimpimu juga
Minggu Membeku
Matahari masih saja berbaring di balik awan yang tak mau mencairkan hujan sementara lampu-lampu taman mematung di atas tiang dalam belenggu sarang kaca kehabisan cahaya setelah semalaman berkobar melawan gelap Rumput-rumput kaku menyangga bunga-bunga mekar yang mengabadikan warna mereka dalam … Continue reading
Puisi Bulan
Malam gelap Angkasa senyap Bulan meminta cahaya pada matahari Saat yang tepat untuk menulis puisi Bulan adalah pujangga Puisi-puisinya dia simpan dalam gugusan bintang Diunduh majalah-majalah dan koran-koran Ramalan tentang cinta dan peruntungan setiap pekan
Mungkin, Sudah Waktunya dan Seharusnya
Mungkin, sudah waktunya dan seharusnya, aku berhenti mengenalmu sebagai batu kecil yang tak dapat ditaklukkan hujan. Namun, apakah yang sudah mengubahmu jadi tanah liat? Tangan siapakah yang kaulekati hingga kau tunduk pada jemarinya yang membuat lekuk-lekuk pada permukaanmu?

